Polisi Tangkap 22 Pembuat-Pengguna Sertifikat Vaksin Palsu di Bali

Sui Suadnyana - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 20:45 WIB
22 pembuat dan pengguna sertifikat vaksin palsu ditangkap polisi (Dok. Polres Karangasem)
Sebanyak 22 pembuat dan pengguna sertifikat vaksin palsu ditangkap polisi. (Dok. Polres Karangasem)
Denpasar -

Kepolisian Resor (Polres) Karangasem, Bali, menangkap 22 orang pengguna sertifikat vaksin palsu saat hendak menyeberang dari Bali ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). 18 dari 22 orang yang ditangkap merupakan anak buah kapal (ABK).

Ke-22 orang tersebut berinisial I (45), SH (29), YR (45), AH (29), H (32), PA (38), A (21), MF (38), H (22), J (36), AS (17), R (21), S (46), A (23), S (39), WHA (21), JI (21), J (31), J (50), S (36), R (24), dan S (21).

"Saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Karangasem," kata Kapolres Karangasem AKBP Ricko Abdillah Andang Taruna dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (30/8/2021).

Ricko mengatakan kejadian bermula pada Sabtu (21/8) saat tersangka YR bertemu dengan tersangka SH dan I di Kampung Dames, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, NTB. Pada saat itu, tersangka I bertanya kepada tersangka YR 'apakah masih ada vaksin?' lalu tersangka YR menjawab 'belum ada vaksin saat ini'.

Pada Senin (23/8), tersangka YR ditelepon oleh SH dengan mengatakan bahwa I ingin berbicara. Lalu tersangka I mengatakan kepada YR 'Pak YR buatkan saya surat vaksin COVID-19 saya kasih sudah satu orang Rp 125 ribu, tidak usah takut saya yang tanggung jawab, di Lembar dan Padangbai saya juga ngasih uang'. Setelah itu, YR menjawab 'iya akan saya buatkan'.

Sebelumnya, I meminta SH menelepon ABK atas nama J dan meminta untuk foto kartu tanda penduduk (KTP) para ABK yang ada di kapal. Selanjutnya foto KTP para ABK tersebut dikirimkan oleh J kepada SH melalui pesan WhatsApp (WA).

"Setelah itu SH mengirimkan foto KTP tersebut kepada I oleh tersangka I menyuruh tersangka SH untuk langsung mengirimkan foto KTP tersebut kepada tersangka YR melalui WA. Setelah itu SH mengirimkan 24 KTP para ABK ditambah KTP tersangka I melalui WA kepada tersangka YR," terang Rikco.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.