Bertemu Jokowi di Istana, PGI Usul Vaksinator COVID di Papua Bukan TNI-Polri

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 07:33 WIB
Sekretaris Umum (Sekum) Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Gomar Gultom
Foto: Gomar Gultom (Ari Saputra)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menggelar pertemuan dengan tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat. Jokowi berdiskusi soal pandemi COVID-19 di Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Jokowi didampingi Mensesneg Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Mereka bertemu dengan para tokoh pada Senin (30/8) malam.

Tokoh agama yang hadir, yakni Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Sekretaris Umum PP MUhammadyah Abdul Mu'ti, Ketua Umum PGI Pendeta Gomar Gultom dan Ketua Presidium KWI Mgr Ignatius Suharyo.

Jokowi awalnya disebut memaparkan perkembangan pandemi COVID-19 hingga capaian vaksinasi Corona di Indonesia. Jokowi menyebut Indonesia sedang menghadapi situasi yang tidak mudah,

"Kita menghadapi situasi yang tidak mudah kini," kata Jokowi dalam keterangan tertulis PGI.

"Hampir semua negara di dunia kini mengalami hal sama dalam menghadapi pandemi dan masalah ekonomi," lanjutnya.

Jokowi juga disebut bercerita soal situasi yang semakin sulit selepas munculnya varian baru Corona serta libur panjang beberapa kali terjadi. Dia mengatakan para pakar kesehatan memperingatkan Indonesia bisa mencapai 80 kasus Corona baru per hari.

"Ini terjadi paska mudik 2021 dan adanya varian baru. Menurut para ahli epidemiolog, bisa tembus ke angka 80 ribu kasus baru per hari, kalau tidak ada penanganan yang serius. Dan kita patut bersyukur karena angkanya terus menurun, hingga 7.427 per 29 Agustus. Dengan ini kita berharap perekonomian akan naik," ujarnya.

Setelah itu, satu per satu tokoh agama memberikan respons berkaitan dengan penjelasan Jokowi soal situasi pandemi. Salah satu yang memberi masukan adalah Pendeta Gomar Gultom.

Dia mengapresiasi kinerja pemerintah dan memiliki permintaan secara khusus terkait vaksinator Corona. Dia mengatakan banyak penolakan yang terjadi di Papua karena vaksinasi Corona dilakukan oleh TNI dan Polri.

"Secara khusus saya memohon perhatian Bapak Presiden atas wilayah Papua. Banyak penduduk menolak vaksinasi karena vaksinatornya dari TNI dan Polri. Masalah Papua ini selalu berlapis, vaksin pun bisa diseret dan diinterpretasikan ke hal-hal lainnya," jelasnya.

"Terkait hal ini, saya mengusulkan agar vaksinator di Papua sebaiknya dilakukan oleh nakes non-TNI dan Polri. Jika tenaga kurang, gereja-gereja siap memambatu mengirimkan relawan. TNI dan Polri dapat menopang dari belakang," sambung Gomar.

Gomar meminta perhatian bersama terkait gonjang-ganjing politik yang tidak perlu akibat syahwat politik tinggi para elite menuju Pemilu 2024. Dia berharap semua pihak fokus mengatasi pandemi Corona lebih dulu.

"Semua konsentrasi bahu-membahu mengatasi pandemi dan tidak menggunakan pandemi ini sebagai ajang untuk panggung kontestasi politik," ucapnya.

Simak juga video 'Wanti-wanti Jokowi Saat Tren Kasus Covid-19 RI Membaik':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/haf)