Round-up

Tak Henti Kritikan Akibat Acara Kepala Daerah Picu Kerumunan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 31 Agu 2021 07:28 WIB
Tangkapan layar kerumunan di Pantai Wisata Otan, Desa Otan, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, NTT, Jumat (27/8) (ANTARA/Kornelis Kaha)
Foto: Tangkapan layar kerumunan di Pantai Wisata Otan, Desa Otan, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, NTT, Jumat (27/8) (ANTARA/Kornelis Kaha)
Kupang -

Acara yang dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Laiskodat dan para kepala daerah di NTT menuai banyak kritikan karena dianggap memicu kerumunan. Satgas COVID-19 pun buka suara menanggapi kritikan itu.

Dilansir dari Antara, polisi mengecek video viral yang menunjukkan acara memicu kerumunan di Pulau Semau. Acara itu dihadiri Viktor dan semua kepala daerah di NTT.

"Menyikapi video viral itu, Polda NTT akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan instansi terkait guna mendapatkan daya dan informasi yang lebih akurat," kata Kabid humas Polda NTT Kombes Rishian Krisna B dilansir Antara, Minggu (29/8/2021).

Namun, Rishian enggan menyebut instansi mana yang akan ditemui untuk berkomunikasi dan berkoordinasi soal kejadian tersebut. Dokumentasi kegiatan itu sendiri tersebar viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah oleh akun Twitter Corr L.A @jagungtiti71, terekam acara di pinggir pantai. Terlihat ada kursi dan meja serta panggung pertunjukan. Dalam video berdurasi 23 detik tersebut, tampak konser musik yang sedang berlangsung. Lantunan keras musik dan nyanyian membuat beberapa orang, yang sebagian besar berbaju putih dan celana hitam, berjingkrak. Kebanyakan dari mereka memakai masker.

Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, memberikan pernyataan singkat saat dimintai konfirmasi. Menurutnya, acara itu bukanlah pesta.

"Acara pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Tidak ada pesta," ujarnya.

Acara yang dimaksud oleh Josef adalah acara pengukuhan TPAKD Kabupaten dan Kota Se-Provinsi NTT. Acara tersebut digelar pada Jumat (27/8), di Desa Otan, Semau, Kupang. Acara itu dihadiri oleh Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota, dan Sekda se-NTT. Acara itu bermaksud mendorong pengembangan sektor UMKM.

Josef mengaku tidak mengetahui soal acara konser musik dan sebagainya yang terekam dalam video tersebut.

"Saya jam 04.30 WIB setelah acara pengukuhan pulang ke Kupang," ujarnya.

Satgas Dikritik

Politikus Partai Demokrat asal NTT, Benny K Harman, mengkritik Satgas COVID-19 karena tidak terlihat menindak acara para kepala daerah di Pulau Semau tersebut. Sementara di sisi lain, Satgas COVID-19 dinilai keras terhadap masyarakat yang dinilai melanggar aturan.

"Satgas COVID? Lumpuh di hadapan penguasa. Itu sih di Jakarta juga sama. Satgas COVID pakai pisau tumpul ke atas, ke pejabat dan pengusaha, dan pisau tajam ke rakyat jelata," katanya kepada wartawan, Senin (30/8/2021).

Acara para kepala daerah NTT di Pulau Semau itu banyak dikritik karena digelar saat pandemi Corona belum berakhir. Benny pun menyindir Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

"Biarlah rakyat NTT sendiri yang menanggapinya. Itu gubernur rakyat NTT," kata Benny.

Simak juga video 'Ada Kerumunan, Satgas Covid-19 Gowa Bubarkan Gelaran Taman Seni Budaya':

[Gambas:Video 20detik]