PAN Gabung ke Koalisi, Jubir Jokowi: Tak Ada Pembicaraan Reshuffle

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 16:34 WIB
Poster
Ilustrasi perombakan kabinet (reshuffle). (Edi Wahyono/detikcom)
Makassar -

Partai Amanat Nasional (PAN) resmi menjadi bagian partai koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Meski telah menjadi bagian dari koalisi, belum ada pembicaraan soal perombakan kabinet (reshuffle).

"Nah tidak ada pembicaraan mengenai reshuffle, tidak ada. Reshuffle itu adalah hak prerogatif Presiden, tapi saya sampai hari mengatakan presiden dan seluruh menteri dalam kabinet Indonesia Maju itu fokus menangani COVID, terutama perlindungan sosial, pemulihan ekonomi, dan kesehatan," kata juru bicara Jokowi, Fadjroel Rachman, di Makassar, Senin (30/8/2021).

Dia mengatakan jika ada perombakan kabinet maka akan disampaikan langsung Jokowi.

"Jadi kalau nanti misalnya ada reshuffle atau perombakan kabinet itu yg akan menyampaikan langsung presiden... saya hanya akan menyampaikan atau menjelaskan setelah presiden berbicara kepada publik. Sampai hari ini semuanya bekerja sepenuhnya," imbuh dia.

Fadjroel juga mengucapkan selamat datang kepada PAN yang masuk ke dalam koalisi pemerintahan. Dia menambahkan, pada pertemuan Jokowi dengan pimpinan parpol koalisi, termasuk dan PAN di Istana Bogor hanya berfokus pada penanganan COVID-19, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

"Karena kemarin Presiden menyampaikan semua bagaimana penanganan COVID sehingga bisa diketahui oleh para parpol. Kemudian kedua bicara tentang perkembangan ekonomi nasional yang sudah tumbuh pada kuartal II yakni sebesar 7,7 persen. Ketiga tentang pemindahan ibu kota negara baru karena presiden akan menyerahkan surat ke DPR," terang dia.

Pemindahan Ibu Kota Baru

Presiden Jokowi direncanakan akan mengajukan rancangan undang-undang (RUU) terkait pemindahan Ibu Kota negara (IKN) ke DPR. Rencana pengajuan ini akan disesuaikan dengan program penanganan COVID-19 yang menjadi prioritas utama pemerintah.

"Sementara untuk pembangunannya langsung di dalam IKN itu belum ada kegiatan. Yang ada cuma infrastruktur penunjang. Misalnya kemarin Presiden meresmikan tol dari Balikpapan ke Samarinda yang panjangan sekitar 9 kilometer. Itu tol pertama di Kalimantan. Kemudian juga akan menyelesaikan Jembatan Balang itu dari Balikpapan," ujar Fadjroel.

Jokowi disebut akan langsung memberitahukan jika akan menyerahkan Surat Presiden (Surpres) dan RUU ke pihak legislatif.

"Ini dalam dan nanti akan ditetapkan langsung oleh presiden. Tentunya memberitahukan akan menyerahkan surat Presiden atau surpres. Nah itu yang dijelaskan," terangnya.

(fiq/jbr)