Bikin Kartu Kredit Pakai KTP Palsu, Pria di Jakarta Bobol Bank Rp 360 Juta

Yogi Ernes - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 15:53 WIB
Polda Metro tangkap pembobol kartu kredit (Yogi Ernes/detikcom)
Polda Metro tangkap pembobol kartu kredit.. (Yogi Ernes/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap pria berinisial ICN (39) atas dugaan pembobolan kartu kredit bank pelat merah. Pelaku berhasil membobol Rp 360 juta dengan menggunakan KTP palsu.

"Korbannya adalah bank nasional. Dia hasil pemeriksaan awal ini sudah lebih dari Rp 360 juta dia raup dari milik bank tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (30/8/2021).

Modus operandi pelaku dengan membuka aplikasi kartu kredit di bank tersebut. Namun pelaku apply kartu kredit dengan menggunakan data orang lain yang dibelinya di sebuah situs.

Berbekal KTP palsu itu, pelaku kemudian mendatangi bank untuk membuat kartu kredit. Pelaku diketahui sudah beroperasi sejak 2017.

"Dari situlah dia kemudian mengajukan untuk membuat kartu kredit di bank. Sejak tahun 2017 sampai sekarang, sudah lebih dari Rp 300 juta dia meraup keuntungan daripada penipuan bank tersebut," katanya.

Bikin 15 Kartu Kredit

Yusri menyebut, sejak 2017 beraksi, total ada 15 kartu kredit yang berhasil dimiliki pelaku berbekal KTP palsu tersebut.

"Ada 15 yang jadi, yang disetujui. Karena ada beberapa yang nggak disetujui. Ada beberapa kantor bank yang tidak disetujui, karena itu dia mengajukan dulu untuk pembuatan kartu kredit. Kalau tidak disetujui, ya tidak bisa. Kalau disetujui baru diambil," ungkap Yusri.

Hampir empat tahun beraksi, pelaku ditangkap Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kompol Herman Edco Simbolon dan Ipda Adin Rifa'i, di daerah Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Senin (23/8). Sejumlah barang bukti, dari KTP hingga NPWP, palsu disita polisi.

Saat ini pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan bank dalam pengamanan tabungan nasabah. Indikasi pelaku melakukan tindakannya di bank-bank lain masih diselidiki kepolisian.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 378 dan Pasal 263 tentang Penipuan dan Pemalsuan Dokumen. Tersangka ICN ditahan dengan ancaman 6 tahun penjara.

(ygs/mea)