Round-Up

Heboh Kerumunan Kepala Daerah Dihadiri Gubernur NTT Bikin Polisi Bergerak

Tim detikcom - detikNews
Senin, 30 Agu 2021 09:35 WIB
Ilustrasi Penonton Konser Musik di Konser The Chainsmokers di Jakarta.
Ilustrasi (Hanif Hawari/detikcom)

Tuai Kritik

Kejadian ini menuai kritik dari tokoh agama di Kupang, Pendeta Emi Sahertian. Kerumunan ini disebut sebagai contoh yang tidak baik bagi masyarakat.

"Bagi saya, kerumunan ini contoh tidak baik bagi masyarakat, terutama ketika penerapan PPKM tingkat 4 sedang berlangsung dan penularan COVID-19 mulai melandai," ucap tokoh agama di Kupang, Pendeta Emi Sahertian, seperti dilansir kantor berita Antara, Minggu (29/8/2021).

Sahertian mengaku prihatin kerumunan ini justru dilakukan oleh pihak pemerintah saat kalangan gereja telah mencoba menerapkan berbagai aturan protokol kesehatan dalam rangka pencegahan COVID-19, bahkan menutup kebaktian pada Minggu.

"Namun pada sisi lain, aktor-aktor pemerintahan menabrak peraturan itu dengan menggelar kegiatan yang menimbulkan kerumunan," katanya.

"Aturan kedaruratan untuk mencegah penularan dan menyelamatkan banyak nyawa masyarakat, bila dilanggar ini sekelas dengan tindakan kriminal," imbuhnya.

Dia pun meminta penjelasan Pemprov NTT. Sebab, kegiatan ini menjadi contoh yang kurang pas.

"Kegiatan berisiko ini akan bisa ditiru masyarakat, bahkan bisa mengancam jiwa sesama karena rentan penularan COVID-19 yang mulai melandai di NTT," katanya.


(dwia/eva)