Round-Up

3 Fakta Pesawat Batik Air ke Jakarta Mendadak Mendarat di Kualanamu

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 29 Agu 2021 23:14 WIB
Pesawat Batik Air rute Banda Aceh-Jakarta terpaksa dialihkan ke bandara Kualanamu. Diketahui pesawat yang bertujuan ke Jakarta itu mendarat darurat pada pukul 11.45 WIB.
Penampakan Pesawat Batik Air yang Mendarat Darurat di Kualanamu (Foto: ANTARA FOTO/Fransisco Carolio)
Jakarta -

Pesawat Batik Air secara mendadak mendarat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, Minggu (29/8/2021) siang. Pesawat itu berangkat dari Aceh tujuan Jakarta.

Batik Air penerbangan ID-6897, yang dioperasikan menggunakan Airbus 330-300 registrasi PK-LEL, itu membawa 271 tamu serta 2 (dua) awak kokpit dan 9 (sembilan) awak kabin. Pesawat lepas landas dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, tujuan Jakarta.

Pesawat mendarat darurat sekitar pukul 11.45 WIB di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Berikut 3 fakta terkait Batik Air yang mendarat mendadak di Kualanamu:

Ada Komponen Mesin yang Perlu Dicek

Pendaratan ini disebut dilakukan karena adanya komponen pada salah satu mesin yang perlu dicek. Komponen itu merupakan indikator pada kokpit.

"Dalam memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan ID-6897, pilot memutuskan untuk untuk melakukan pengalihan pendaratan (divert) ke Bandar Udara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO), dikarenakan ada indikator pada kokpit yang menunjukkan komponen pada salah satu mesin pesawat perlu dilakukan pengecekan atau pemeriksaan," ujar Corporate Communications Strategic Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan tertulis, Minggu (29/8/2021).

Danang mengatakan, sesuai dengan SOP, pesawat sebelumnya telah dilakukan pengecekan. Berdasarkan hasil pengecekan tersebut, pesawat dinyatakan layak terbang.

"Sesuai SOP, Batik Air telah menjalankan pengecekan pesawat sebelum keberangkatan (pre-flight check) oleh awak kokpit (pilot) dan teknisi. Hasil pengecekan pada pesawat, bahwa dinyatakan layak terbang dan beroperasi (airworthiness for flight)," tuturnya.

Simak fakta lain di halaman berikut