Pemerintah Siapkan Langkah Pandemi COVID-19 Menjadi Endemi

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 29 Agu 2021 17:56 WIB
Bupati Jember menerima honor pemakaman COVID-19. Menurut Menko PMK Muhadjir Effendy, pejabat harus membuat keputusan bijak di masa prihatin terdampak Corona.
Menko PMK Muhadjir Effendy (Erliana Riady/detikcom)
Blitar -

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah-langkah yang mengasumsikan COVID-19 tidak akan hilang begitu saja dalam waktu cepat, tapi akan menjadi endemi.

"Artinya nanti akan menjadi wabah yang sifatnya sporadis di tempat-tempat tertentu seperti flu, demam berdarah, dan seterusnya," kata Muhadjir saat berziarah ke Makam Bung Karno di Kota Blitar, Jawa Timur, melalui keterangan tertulis bertajuk 'Pemerintah Siapkan Langkah Pandemi Covid-19 Menjadi Endemi', Minggu (29/8/2021).

Muhadjir menyebut tidak ada pilihan saat ini selain disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Protokol kesehatan, katanya, harus menjadi bagian kehidupan sehari-hari, terutama memakai masker, mencuci tangan, dan menghindari kerumunan.

Selain itu, pemerintah terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kondisi tersebut akan berlangsung sampai penanganan COVID-19 dianggap betul-betul terkendali.

Cek Penyaluran Bansos di Blitar

Dalam kesempatan itu, Muhadjir juga mewanti-wanti agar pembagian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat benar-benar terlaksana dengan baik dan tepat sasaran. Dia meminta jangan sampai ada masyarakat yang berhak tapi tidak memperoleh bantuan.

"Kalau ada laporan atau mumpung saya di sini silakan melapor mana yang tidak merata, siapa yang nggak kebagian nanti saya catat biar segera saya tangani. Pokoknya tidak boleh ada orang yang berhak kemudian tidak dapat," cetusnya.

Kendati demikian, ia mengakui masih ada masalah dalam pembagian bansos, terutama pengelolaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Hanya, menurutnya, pemerintah telah membuat jaring pengaman sosial secara berlapis-lapis.

Mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako yang diberikan secara reguler, baik ada COVID-19 maupun tidak. Kemudian, selama pandemi juga diberikan Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

"Kalau dirasa belum cukup, untuk kota ada dana dari pemda yaitu refocusing untuk mereka yang belum di-cover oleh BST. Kalau belum cukup juga masing-masing pemda diinstruksikan untuk mengalokasikan anggaran dari APBD untuk bansos, ditambah sekarang ada tambahan bantuan dari TNI/Polri," ujar Muhadjir.

Masih dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kota Blitar, Jawa Timur, Menko PMK mengunjungi RSUD Mardiwaluyo Blitar serta mengapresiasi Rumah Isolasi di Kota Blitar yang khusus untuk pasien COVID-19 bergejala ringan dan sedang. Selain itu, di sela-sela perjalanan, Muhadjir membagikan bantuan masker dan sembako kepada masyarakat.

Muhadjir didampingi Wali Kota Blitar Santoso, Bupati Blitar Rini Syarifah, dan Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso dalam kunjungan ini.

Simak Video: Kasus Corona Bertambah 7.427, Sembuh 16.468, Meninggal 551

[Gambas:Video 20detik]



(mae/imk)