Ada Kepala BNPB di Batik Air Aceh-Jakarta yang Mendarat di Kualanamu

Dwi Andayani - detikNews
Minggu, 29 Agu 2021 15:42 WIB
Kepal BNPB Letjen TNI Ganip Warsito di Command Center Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (2/6/2021).
Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito (Dian Utoro Aji/detikcom)
Jakarta -

Pesawat Batik Air yang terbang dari Aceh menuju Jakarta mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito menjadi salah satu penumpang di dalam pesawat tersebut.

"Iya saya lagi di Kualanamu nunggu ganti pesawat," ujar Ganip saat dihubungi, Minggu (29/8/2021).

Ganip mengatakan pesawat mendarat dengan baik di Kualanamu. Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima, terjadi kerusakan teknis pada mesin sebelah kiri pesawat.

"Saya nggak ngerti ini mendarat darurat atau tidak, saya mendarat dengan baik-baik aja. Infonya si memang ada kerusakan teknis di mesin sebelah kiri, itu saja, tapi mendaratnya baik. Aman alhamdulillah," tuturnya.

Ganip mengatakan pihak Batik Air telah menginformasikan adanya pesawat pengganti. "Sudah diinfokan ada pesawat pengganti, tinggal boarding aja," tuturnya.

Ganip sendiri diketahui sebelumnya melakukan pelepasan mobil masker untuk penguatan protokol kesehatan (prokes) di wilayah Provinsi Aceh. Penguatan tersebut bertujuan membantu pemerintah daerah dan masyarakat Aceh dalam pengendalian COVID-19.

Pesawat Batik Air yang terbang dari Aceh mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. Pendaratan ini disebut dilakukan karena adanya komponen pada salah satu mesin yang perlu dicek.

"Dalam memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan ID-6897, pilot memutuskan untuk untuk melakukan pengalihan pendaratan (divert) ke Bandar Udara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO), dikarenakan ada indikator pada kokpit yang menunjukkan komponen pada salah satu mesin pesawat perlu dilakukan pengecekan atau pemeriksaan," ujar Corporate Communications Strategic Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan tertulis, Minggu (29/8/2021).

Danang mengatakan, sesuai dengan SOP, pesawat sebelumnya telah dilakukan pengecekan. Berdasarkan hasil pengecekan tersebut, pesawat dinyatakan layak terbang.

"Sesuai SOP, Batik Air telah menjalankan pengecekan pesawat sebelum keberangkatan (pre-flight check) oleh awak kokpit (pilot) dan teknisi. Hasil pengecekan pada pesawat, bahwa dinyatakan layak terbang dan beroperasi (airworthiness for flight)," tuturnya.

Danang mengatakan pengalihan pendaratan dijalankan sesuai SOP yang berlaku. Serta mengutamakan keselamatan penumpang.

Lihat juga Video: Kronologi Batik Air Tabrak Garbarata di Bandara Ngurah Rai Bali

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/imk)