Round-Up

Protes Tukang Bakso Ditagih Pajak Rp 6 Juta Sebulan Berujung Pemutihan

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 29 Agu 2021 07:59 WIB
Screenshot foto viral soal tukang bakso ditagih pajak Rp 6 juta (dok. Istimewa)
Screenshot foto viral soal tukang bakso ditagih pajak Rp 6 juta (dok. Istimewa)
Binjai -

Sebuah foto disertai narasi tukang bakso di Kota Binjai, Sumatera Utara (Sumut), ditagih pajak Rp 6 juta sempat membuat heboh. Usai ramai dibahas, kini pajak tukang bakso tersebut telah diputihkan.

Warung bakso yang ditagih pajak itu bernama Bakso Karebet. Warung tersebut, seperti dilihat detikcom, Sabtu (28/8/2021), berlokasi di Jalan Gatot Subroto, Kota Binjai.

Dari surat yang terlihat ikut diunggah, penagihan pajak disampaikan oleh Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Binjai. Warung bakso tersebut dikenai pajak jenis restoran dengan nilai Rp 200 ribu per hari.

Jadi, jika diakumulasikan, selama Juli 2021, pedagang bakso itu ditagih pajak Rp 6 juta.

"Miris, warung bakso kaki lima dikenai pajak restoran Rp 6 juta per bulan. Pengakuan si pemilik warung bakso, pendapatan kotornya per hari paling banyak Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu," tulis pengunggah foto.

Pajak senilai Rp 6 juta itu dibenarkan oleh pemilik warung bakso, Handoko. Dia membenarkan dirinya mendapat surat tagihan pajak sebesar Rp 6 juta dan mengaku terkejut ketika mendapat surat tersebut.

"Terkejut. Kalau segitu pajaknya, mending saya tutup. Benar, bagus saya tutup," ucap Handoko saat dihubungi.

Padahal Handoko menyebut sudah hampir 3 tahun berjualan bakso. Namun baru Juli 2021 ini dia mendapatkan tagihan pajak sebesar itu untuk dagangannya.

"Juli itu saya masih pakai becak, sekarang sudah saya turunkan steling dari becaknya. Buka lapak (tempat jualan) kecil di pinggir jalan. Kaki lima. Lima hari saya turunkan steling, pas 3 hari saya turunkan, saya langsung dapat surat itu," jelasnya.

Lihat juga Video: Pemerintah Mau Tarik Pajak Karbon, Harga Mobil Bakal Naik

[Gambas:Video 20detik]