Lihat Sampah Meluber ke Jalan Raya, Walkot Mojokerto Susun Strategi Ini

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 28 Agu 2021 10:07 WIB
Walkot Mojokerto Terima Aduan Sampah di TPS dan Galian Jargas
Foto: Dok. Pemkot Mojokerto
Jakarta -

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menerima aduan warga terkait pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dan galian bekas jaringan gas (jargas) di Kelurahan Meri, Gunung Gedangan dan Pulorejo. Hal ini ia ungkapkan saat blusukan di acara Jumat Barokah kemarin.

"Ternyata TPS ini banyak dimanfaatkan oleh warga di luar kelurahan. Mereka yang bukan warga sekitar ini membuang sampah seenaknya dan bahkan sampai keluar ke jalan raya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/8/2021).

Akibatnya, kata dia, akses jalan ketika pagi terhalang oleh tumpukan sampah yang meluber itu. Sehingga warga mengeluh terhalang ceceran sampah saat melintas ke jalan tersebut.

"Makanya tadi kita carikan solusi cepat, Dinas Lingkungan Hidup yang memegang tugas terkait, saya perintahkan untuk merubah jadwal pengangkutan sampah di TPS lebih pagi dari biasanya. Supaya tidak mengganggu akses jalan masyarakat menuju pusat kota," jelasnya.

Lebih lanjut, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini juga memberi solusi terkait persoalan bekas galian jargas. Ia memberi atensi khusus untuk menyikapi keluhan warga yang merasa terganggu dengan proyek milik Kementerian ESDM tersebut.

"Warga ada yang mengeluh galian dari gas di pinggir jalan raya yang tidak segera diselesaikan atau dilakukan penutupan ini sangat mengganggu. Karena bisa menimbulkan kemacetan atau bahkan kecelakaan," tukasnya.

Untuk itu, ia mengupayakan pada titik-titik yang memang rawan ini untuk segera diatasi lebih awal dibandingkan titik-titik lainnya. Ini agar tidak menimbulkan dampak negatif akibat adanya proyek jargas ini.

"Jangan sampai proyek jargas yang niatnya baik ini akhirnya tercoreng hanya karena persoalan teknis di lapangan yang sejatinya mudah untuk dipecahkan," jelasnya.

Terakhir, pucuk pimpinan Pemkot ini juga melakukan diskusi dan mendengar curhatan langsung dari musisi lokal yang terdampak akibat pandemi COVID-19 dan pemberlakuan PPKM darurat hingga level 4 dan 3.

"Mereka mengeluh tak ada penghasilan akibat pandemi dan PPKM. Maka tadi kita saya sarankan untuk lebih inovasi beralih ke jenis usaha lainnya, agar bisa menyambung hidup," ungkapnya.

Dia menuturkan pihaknya akan mengupayakan memberi pendampingan dan modal usaha sesuai dengan kemampuan mereka.

"Tadi ada yang bilang bisa menyablon dan menjahit, maka kita akan dampingi dan fasilitasi mereka agar mereka bisa berkarya dan menghasilkan kembali," tandasnya.

(akd/ega)