Pemerintah Ajak Masyarakat Gotong Royong Lewat Donor Plasma Konvalesen

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 22:08 WIB
PMI terus mengajak penyintas COVID-19 untuk mendonorkan darahnya sebagai bagian dari usaha untuk menyembuhkan pasien yang masih positif.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pemerintah terus mendorong semua pihak dalam upaya penanganan pandemi COVID-19. Salah satunya dengan berpartisipasi dalam kegiatan donor plasma konvalesen bagi yang membutuhkan.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate menyatakan gotong royong menjadi kunci utama untuk mengantarkan bangsa Indonesia keluar situasi pandemi.

"Gotong royong dan saling bahu membahu dalam membantu sesama merupakan modal sosial kuat yang dimiliki bangsa Indonesia. Di situasi seperti inilah semangat gotong royong kian dibutuhkan, salah salah satu bentuk nyata yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan berkontribusi melalui donor plasma konvalesen," ujar Johnny, dalam keterangan tertulis, Jumat (27/8/2021).

Saat ini, Johnny menyebut banyak masyarakat yang kesulitan mencari dan mendapatkan donor plasma darah konvalesen. Bahkan, tak jarang masyarakat harus menyampaikan untuk mencari pertolongan donor melalui media sosial.

Melihat kondisi ini, Johnny mengapresiasi berbagai inisiatif masyarakat dan tenaga medis dalam memberikan donor plasma konvalesen kepada para pasien COVID-19. Salah satunya seperti D.O.T.S. atau Dorplas On The Spot, screening donor plasma konvalesen & donor darah, yang digagas oleh ExCov Community.

Terkait hal ini, Koordinator Lapangan Wilayah Jabodetabek ExCov Community IGN Indra menjelaskan, D.O.T.S hadir setelah melihat tingginya kebutuhan donor plasma konvalesen di masyarakat. Hadirnya D.O.T.S diharapkan dapat mempermudah penyintas dan kandidat potensial pendonor plasma konvalesen dalam berkontribusi membantu sesama.

Untuk berkontribusi dalam D.O.T.S, Indra mengatakan para pendonor harus datang ke PMI dan UTD untuk melakukan screening dan memberikan donor. Dalam pelaksanaanya, ExCov bersama PMI dan UTD melakukan 'jemput bola' dengan melakukan screening donor plasma konvalesen di lokasi yang mudah dijangkau. Terlebih di fase kritis pandemi, jumlah kebutuhan plasma konvalesen sempat mengalami kekurangan pasokan.

"Tentunya melalui ikhtiar gotong royong seperti ini, kami mengharapkan bisa membantu memenuhi kebutuhan permintaan plasma darah untuk masyarakat yang membutuhkan. Tentunya, kami mengharapkan kondisi kekurangan pasokan seperti sebelumnya tidak terulang kembali," katanya.

Lebih lanjut Indra menjelaskan selama ini ExCov Community aktif mendukung kegiatan donor plasma konvalesen bersama pihak lain. Sepanjang September-Oktober 2021, inisiatif ini akan dilakukan di beberapa kota di Jawa dan Bali, di mulai dari Jakarta. Selanjutnya, kegiatan ini akan digelar di Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Tuban, Surabaya, Malang, dan Denpasar.

Adapun stok plasma konvalesen atau pun darah utuh yang terkumpul nantinya akan disalurkan ke pasien COVID-19 yang membutuhkan lewat UTD RS Kanker Dharmais. Rangkaian D.O.T.S. ini ditargetkan dapat menjangkau ratusan hingga sekitar 1.000 pendonor.

Meski demikian, Indra mengaku masih menemukan kendala dalam memperoleh donor plasma. Menurutnya, banyak penyintas yang masih belum mengetahui bahwa mereka dapat berkontribusi mendonorkan plasma konvalesen. Beberapa penyintas juga masih enggan keluar rumah atau terhalang rutinitasnya.

Kemudian, lanjut Indra, tak semua kandidat pendonor dinyatakan lolos screening dan uji sampling sebagai pendonor. Hal-hal inilah yang membuat supply dan ketersediaan plasma konvalesen rendah dan tidak sebanding dengan permintaan, khususnya di fase kritis pandemi.

Untuk itu, Indra mengajak para penyintas untuk berkontribusi membantu sesama dengan menyumbangkan plasma konvalesen bagi penderita COVID-19. Ia menyatakan pihaknya juga sangat terbuka untuk menerima dukungan dan bantuan dari semua pihak, mulai dari penyedia lokasi, media, influencers, kontributor, sponsor, dan donatur.

(akn/ega)