Diduga Pakai Pelat Palsu Konsulat Rusia, Dokter di Medan Buka Suara

Datuk Haris Molana - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 19:40 WIB
Mobil berpelat konsulat Rusia palsu yang diamankan di Medan (Antara)
Mobil berpelat konsulat Rusia palsu yang diamankan di Medan (Foto: dok. Antara)

Fauzi menegaskan tidak pernah ditangkap. Dia datang ke Polrestabes Medan untuk membebaskan sopirnya yang tidak tahu apa pun.

"Saya tidak ditahan, tidak ditangkap. Saya datang ke Reskrim untuk menyelesaikan agar sopir saya dikeluarkan karena dia nggak tahu apa-apa," ucap Fauzi.

Fauzi mengklaim mobilnya menggunakan pelat nomor CC untuk kepentingan konsulat. Dia mengklaim pelat nomor yang dipakainya tidak palsu.

"Kalau cuma masalah pelat nomor, saya terus terang saja selama ini saya ketahui kalau untuk kepentingan konsulat saya pakai. Nah, kenapa tidak dilaporkan ke Kemlu, ke Samsat? Saya menunggu prosedurnya," kata dia.

"Dan pelat itu bukan pelat palsu, itu pelat-pelat bekas yang ada di kantor Konsulat Rusia yang lama-lama saya perbagus lagi. Karena sudah tua, saya tempel saja di situ," tambah Fauzi.

Fauzi juga membantah bahwa salah satu mobilnya disebut hasil kejahatan. Dia menyebut, saat disita, pemilik mobil sedang menyiapkan berkas kepemilikannya karena dokumennya di leasing.

"Kenapa kemarin tidak menunjukkan kepemilikannya, ini masih leasing. Dia masih mencari dokumen leasing-nya. Sudah ada," ujar Fauzi.

Fauzi mengaku dirugikan akibat peristiwa itu. Dia dianggap seolah-olah maling. Dia menegaskan dirinya menjadi perwakilan Rusia di Medan.

"Kejadian ini merusak nama baik saya. Mobil saya digerebek, diseret dari RS, seolah-olah maling atau penjahat. Itu membuat ketersinggungan terhadap pribadi saya dan kepada pihak Rusia yang ada di Indonesia," ucap Fauzi.

Sementara itu, kuasa hukum Muhammad Fauzi, Ali Piliang, mengatakan pihaknya tengah berkoordinasi untuk mencari upaya hukum apa yang tepat dilakukan ke depannya.

"Kami akan berkoordinasi dengan tim. Kita bisa juga melakukan praperadilan, berkenaan dengan pengambilan kendaraan itu atau kita juga bisa membuat keberatan yang lainnya. Karena kapasitas beliau ini adalah perwakilan konsulat, bukan sebagai dokter Muhammad Fauzi pribadi, bukan," ucap Ali.

Ali menyayangkan tindakan pihak kepolisian yang dianggapnya gegabah. Dia mengaku bakal melaporkan kejadian ke pihak Propam dan menyurati ke instansi terkait lain.

"Jadi tindakan inilah yang kita sayangkan. Baru setelah dilakukan penangkapan dan penyitaan, menurut versi kami yang dilakukan oleh beberapa oknum dari kepolisian, mereka langsung mengekspose. Itu yang kami anggap ini membuat harkat dan martabat klien kami terganggu," ucap Ali.


(jbr/jbr)