Pakai Pelat Palsu Konsulat Rusia, Dokter di Medan Diamankan Polisi

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 18:34 WIB
Pelaku kejahatan jalanan diborgol polisi / pelaku street crime. Agung Pambudhy/Detikcom.
Ilustrasi penangkapan (Agung Pambudhy/detikcom)
Medan -

Seorang dokter di Medan, Sumatera Utara (Sumut), diamankan petugas kepolisian. Dokter tersebut ditindak lantaran memakai pelat palsu konsulat Rusia.

"Ada yang viral, ada yang menggunakan pelat CC-37, kemudian dicek CC-37 itu tidak ada di Medan, tidak pernah ada CC-37," kata Plt Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Rafles Langgak Putra, Kamis (26/8/2021).

Rafles mengatakan pihaknya mendapat informasi tersebut dari masyarakat dan langsung melakukan pengecekan. Petugas pun mendapati mobil berpelat nomor CC-36 itu di salah satu rumah sakit di Medan.

"Makanya kami cek, dugaannya mobil bodong atau bagaimana. Rupanya ditemukan di salah satu rumah sakit di Medan. Iya dokter, berinisial MF," sebut Rafles.

Polisi lalu mengembangkan kasus. Akhirnya petugas mengamankan tiga mobil lainnya yang menggunakan pelat CC, yang biasa dipakai pihak konsulat negara sahabat.

"Terus, setelah kita dapatkan mobilnya, kami kembangkan ke rumahnya. Di sana ada tiga mobil yang lain menggunakan pelat yang sama, CC juga," ujar Rafles.

Mengaku Salah

Kepada polisi, MF mengakui perbuatannya. MF mengaku bersalah telah menggunakan pelat tersebut.

"Dia juga sudah mengakui penggunaan pelat CC ini kesalahan dia. Dia tidak punya dokumen apa-apa dari Kedutaan Rusia ataupun di Kementerian Luar Negeri bahwa dia berharap menggunakan pelat CC itu," ujar Rafles.

Menurut Rafles, salah satu mobil yang diamankan itu diduga menggunakan surat palsu. Petugas masih mendalami soal surat-surat mobil tersebut.

"Lalu salah satu mobil ada menggunakan surat yang diduga palsu, surat perjalanan. Nah, ini masih kita dalami palsu atau tidaknya. Jadi satu mobil akan kami tahan sampai jelas itu suratnya palsu atau tidak," katanya.

Selain itu, penggunaan pelat palsu ini juga akan didalami pihak Satlantas Polrestabes Medan. Jika bersalah, pelaku akan ditilang.

"Kalau palsu, ya kita lanjutkan. Kalau tidak, kita kembalikan. Tiga mobil lain kita serahkan ke Satlantas. Setahu saya satu akan ditilang, (karena) jalan-jalan pakai nomor pelat yang tidak sesuai," sebut Rafles.

"Yang satu mungkin ditilang juga atau bagaimana karena warna kendaraannya berbeda dengan seharusnya. Satu lagi nggak ada masalah akan dikembalikan. Tapi pelatnya diganti ke dasar lagi," ujar Rafles.

Rafles mengaku sejauh ini MF belum ditetapkan sebagai tersangka. Petugas masih mendalami dugaan pelanggaran pidana yang dilakukannya.

"Karena belum jelas pidananya, ya kita kembalikan. Nanti kalau sudah jelas, akan kita tetapkan tersangka," ujar Rafles.

(jbr/jbr)