Diduga Pakai Pelat Palsu Konsulat Rusia, Dokter di Medan Buka Suara

Datuk Haris Molana - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 19:40 WIB
Mobil berpelat konsulat Rusia palsu yang diamankan di Medan (Antara)
Mobil berpelat konsulat Rusia palsu yang diamankan di Medan (Foto: dok. Antara)
Medan -

Seorang dokter di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Fauzi, ditindak polisi karena diduga menggunakan pelat nomor polisi (nopol) palsu konsulat Rusia. Fauzi pun kemudian memberikan penjelasan.

"Saya dokter bedah, saya mewakili kepentingan Rusia yang ada di Pulau Sumatera. Kenapa saya katakan begitu, karena selama lebih dari sekitar tahun 2013 bahkan sebelumnya, saya sudah mengurus kepentingan Rusia yang ada di Sumatera Utara dan Sumatera lainnya," kata Fauzi kepada wartawan di Medan, Jumat (27/8/2021).

Dia menjelaskan awal mula mobilnya yang disita pihak kepolisian saat terparkir di salah satu rumah sakit di Medan. Saat itu Fauzi kesulitan menghubungi sopirnya karena ponselnya disita pihak kepolisian.

Dia lalu bertanya soal lokasi mobilnya disita dan alasan hingga mobilnya disita.

"Kamu lagi berjalan atau lagi di RS? (Jawabnya) 'Di RS', gitu. Yang nyita siapa? Reskrim. Alasan kejahatannya apa? Nggak tahu," kata Fauzi.

Seorang dokter di Medan ditindak polisi karena diduga menggunakan pelat nomor polisi palsu konsulat Rusia. Dokter itupun memberikan penjelasan (Datuk Haris/detikcom)Muhammad Fauzi dan pengacaranya, Ali (Datuk Haris/detikcom)

Pada pukul 21.00 WIB, Fauzi mengaku mendatangi kantor polisi untuk melepaskan sopirnya. Fauzi lalu dimintai keterangan. Dia lalu menjawab bahwa dirinya adalah perwakilan Konsulat Rusia di Medan.

"Jadi saya jawab apa adanya. Jadi saya ditanya apakah saya sebagai perwakilan Konsulat Rusia di Medan? Jadi saya jawab iya. Saya tunjukkan surat saya sebagai surat kuasa dari Kedutaan Besar Rusia," sebut Fauzi.

"Saya sebagai perwakilan dari Kedubes Rusia. Ke mana-mana saya bilang, bahkan seperti kepala kantor, kalau ada orang Rusia yang datang atau ada orang Rusia telantar, saya bawa ke Konsulat Rusia," terang Fauzi.

Fauzi mengatakan kantor Konsulat Rusia ada di Jalan Karim MS No 15 dan 17 serta Jalan Suryo No 18. Namun aktivitasnya masih dihentikan dan dalam proses pembukaan jika diizinkan pemerintah Indonesia.

"Nah, tugas saya mewakili kepentingan Rusia di Kota Medan, termasuk kalau hal-hal berbau pendidikan, perdagangan, dan hal lainnya yang bisa mengancam kepentingan Rusia di Medan, tetap saya selesaikan. Saya katakan kadang-kadang bertemu dengan pejabat," ucap Fauzi.

Fauzi menilai ada hal lain yang diduga menjadi akar masalah. Namun dia enggan menyebutkannya.

Lihat juga video 'Gaya-gayaan Wanita Pamer Mobil Pelat Palsu Berakhir Diusut TNI-Polri':

[Gambas:Video 20detik]



Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.