Kereta di Sumsel Dilempari Batu, Masinis Terluka Kena Pecahan Kaca

M Syahbana - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 11:48 WIB
Ilustrasi Kereta Api DAOP 5 Purwokerto
Ilustrasi kereta api (Foto: Rinto Heksantoro/detikcom)
Lahat -

Seorang masinis kereta api, Joni Iskandar, di Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel), mengalami luka di bagian kepala. Dia terluka akibat lemparan batu oleh orang tak dikenal saat bertugas di kereta.

Dalam video yang dilihat detikcom, Jumat (27/8/2021), kepala Joni bercucuran darah diduga akibat terkena batu yang dilempar. Dia sedang bekerja mengawal kereta melintasi KM 425+8 Lahat-Sukacinta, Tanjung Telang, Lahat, Kamis (26/8).

"Iya kejadiannya benar, korban mengalami luka di bagian kepala dan sudah membuat laporan polisi. Kejadiannya kemarin sore (26/8). TKP di Kmp Tanjung Telang KM 425+7 jalur antara Stasiun Lahat-Stasiun Sukacinta," kata Kasi Humas Polres Lahat, Aiptu Lispono, saat dimintai konfirmasi, Jumat (27/8/2021).

Manager Humas PT KAI Divre III mengatakan peristiwa yang dialami Joni Iskandar terjadi di KM 425+8 petak Jalan Lahat-Sukacinta. Joni saat itu bertugas sebagai masinis di lokomotif 201 8341 di KA 3770 yang tengah melintas.

Joni menderita luka serius pada bagian dahi dan pelipis sebelah kanan akibat terhantam batu. Ada pecahan kaca yang turut mengenai kepala Joni.

"KA 3770 merupakan KA kosongan yang mengangkut BBM sempat BLB (Berhenti Luar Biasa) di KM 425+8 petak jalan Lahat-Sukacinta untuk menurunkan Joni agar mendapat perawatan di rumah sakit terdekat," kata Aida.

Aida mengatakan pihaknya menyayangkan kejadian ini. Dia menyebut pelemparan batu ke kereta sangat berbahaya.

"Bayangkan kalau yang terkena lemparan batu tersebut merupakan salah satu keluarga kita atau akibat lemparan batu menyebabkan luka parah di area sekitar mata yang berujung kebutaan, tentunya sangat fatal. Saat ini tim pengamanan KAI sedang berusaha mencari pelaku pelemparan ini dan bila tertangkap akan dilaporkan ke pihak berwajib," katanya.

"Kami mengimbau agar masyarakat yang berada di sekitar rel kereta untuk ikut menjaga keselamatan perjalanan kereta, sosialisasi bahaya pelemparan juga kerap kami lakukan terutama pada remaja dan anak-anak di sekitar jalur rel karena tindakan tersebut sangat membahayakan perjalanan kereta api," sambung Aida.

(haf/haf)