Dirut Jakpro Diganti, Legislator DKI Dengar Kabar Mengundurkan Diri

Tiara Aliya - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 23:47 WIB
Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz (Foto: dok Istimewa)
Anggota Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto diganti. Ketua Komisi B DKI Jakarta Abdul Aziz mendengar kabar pergantian dirut dilakukan karena Dwi mengundurkan diri dari jabatannya.

"Hari ini Direktur Jakpro diganti. Saya barusan mendapatkan kabar kalau beliau di grup menyatakan mengundurkan diri," kata Abdul Aziz saat ditemui di gedung DPRD DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (26/8/2021).

Aziz tak mengetahui pasti alasan Dwi mengundurkan diri saat PT Jakpro memegang sejumlah proyek, seperti Formula E. Politikus PKS itu berharap Dirut selanjutnya dapat beradaptasi dan menyelesaikan program kerja yang selama ini menumpuk.

"Saya tidak tahu ya, mungkin Gubernur menyikapi itu seperti apa," sebutnya.

"Kita berharap bahwa penggantinya ini lebih cakap, lebih cepat. Kalau bisa dari internal juga sehingga tidak butuh waktu yang lama untuk bisa beradaptasi menyelesaikan program-program yang memang banyak sekali yang menumpuk di Jakpro ini," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberhentikan anggota direksi dan komisaris PT Jakarta Propertindo (Perseroda). Plt Kepala BP BUMD DKI Jakarta Riyadi menyampaikan pemberhentian berdasarkan keputusan para pemegang saham (KPPS) di luar rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Jakpro.

"Tiga anggota yang diberhentikan dengan hormat dan diangkat pula tiga anggota untuk menggantikan posisi tersebut," kata Riyadi dalam rilis tertulis Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) DKI Jakarta, Kamis (26/8/2021).

Ketiga orang yang diberhentikan ialah Direktur Utama Dwi Wahyu Daryoto, Direktur Perusahaan Mohammad Hanief Arie Setianto, dan Komisaris Perusahaan Hadi Prabowo.

Jabatan mereka kini diisi oleh Widi Amanasto sebagai direktur utama, Gunung Kartiko sebagai direktur perusahaan, dan Hudori sebagai komisaris perusahaan.

(knv/knv)