Mengenal Asal-usul Wayang Beber Pacitan Lewat Rumah Digital Indonesia

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 21:47 WIB
Wayang Beber Pacitan
Wayang Beber Pacitan (Foto: Rumah Digital Indonesia)
Jakarta -

Indonesia memiliki beragam jenis wayang. Salah satunya yakni Wayang Beber, yang merupakan wayang tertua di Nusantara. Kesenian wayang ini berkembang di Pacitan, Jawa Timur sejak abad 14.

Konon kabarnya, asal mula Wayang Beber di Pacitan berawal saat putri Prabu Brawijaya yang merupakan Raja Majapahit sakit. Saat itu, Prabu Brawijaya menggelar sayembara untuk kesembuhan putrinya.

Salah satu abdi dalem Prabu Brawijaya, Nolodermo lantas ikut sayembara tersebut. Ternyata, Nolodermo kala itu berhasil menyembuhkan putri Prabu Brawijaya. Sebagai ungkapan terima kasih, Prabu Brawijaya pun memberikan hadiah Wayang Beber kepada Nolodermo.

Sejak itulah kemudian Wayang Beber berkembang di Pacitan. Hingga kini kesenian itu masih dilestarikan secara turun-temurun oleh keturunan Ki Nolodermo.

Tak seperti Wayang Kulit, pertunjukan Wayang Beber hanya melibatkan 5 orang yang terdiri dari 1 dalang dan 4 niogo (gong, kenong, rebab, dan kendang).

Hanya keturunan Ki Nolodermo dan orang yang diberi wasiat kepercayaan saja yang bisa menjadi dalang Wayang Beber. Begitu pun dengan niogo, mereka juga harus keturunan dari Ki Nolodermo.

Wayang Beber juga memiliki keunikan tersendiri. Cerita Wayang Beber biasanya hanya berkisah tentang Dewi Sekrtaji, Kerajaan Kediri hingga pertemuan Dewi Sekartaji dan Jaka Kembang Kuning.

Tercermin dari namanya, Wayang Beber dimainkan dengan cara dibeber atau dibentangkan. Wayang ini menggunakan gulungan gambar sebagai penyampai cerita.

Wayang Beber PacitanWayang Beber Pacitan (Foto: Rumah Digital Indonesia)

Setiap gulungan wayang beber mencapai sekitar 4 km dan terdiri dari 4 jagong atau 4 kisah cerita. Wayang beber terdiri dari 6 gulung, yang berarti setiap pertunjukan terdiri dari 24 jagong atau adegan. Namun, jagong ke-24 tidak pernah ditampilkan. Alasannya karena gambar tidak lazim atau terlalu bagus atau mengandung adegan dewasa.

Gulungan Wayang Beber pertama milik Ki Nolodermo lah yang mulanya digunakan oleh keturunannya. Namun, karena khawatir akan kondisinya yang sudah termakan zaman, akhirnya keturunan Ki Nolodermo, yakni Ki Sarnen yang merupakan dalang keturunan ke-12 membuat duplikat pertama Wayang Beber. Duplikat itulah yang kemudian dipakai oleh penerus Ki Nolodermo sejak saat itu. Wayang Beber Ki Nolodermo pun kini tersimpan di Desa Donorejo, Pacitan.

Keunikan lain Wayang Beber adalah penggambaran mata tokohnya. Kedua mata tokoh pada Wayang Beber nampak, tidak seperti wayang kulit. Wayang ini juga tidak digelar sehari semalam, melainkan hanya berdurasi 1,5 jam.

Penasaran dengan sejarah lain Wayang Beber? Yuk tonton videonya di Rumah Digital Indonesia.

Caranya, buka www.rumahdigitalindonesia.id, klik peta, lalu pilih Kemudian, klik peta dan Ruang Komunitas. Video hasil kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu bisa kamu temukan di Cerita Indonesia.

Oh iya, selain 'Wayang Beber', masih banyak konten menarik di Rumah Digital Indonesia yang akan hadir selama bulan kemerdekaan untuk menemanimu merayakan kemerdekaan di rumah saja lho. Karena itu, segera kunjungi Rumah Digital Indonesia, yuk!

Simak juga 'Merdunya Nadin Amizah Senandungkan Lagu 'Tanah Airku'':

[Gambas:Video 20detik]



(mae/knv)