Cerita Wartini Selamatkan Anak Saat Api Mengepung Lapak Pemulung di Tangsel

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 15:34 WIB
Wartini, salah satu korban kebakaran di lapak pemulung Pondok Aren, Tangsel, menceritakan detik-detik api berkobar, Rabu (25/8/2021) dini hari.
Wartini, salah satu korban kebakaran lapak pemulung di Tangsel (Kadek Melda/detikcom)
Tangerang Selatan -

Seorang warga bernama Wartini (47) berusaha menyelamatkan anaknya saat lapak pemulung di Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), terbakar api. Tempat tinggalnya dengan lapak tersebut menjadi satu.

Wartini mengatakan saat melihat api sudah besar dan mulai mendekat ke rumahnya, dia kemudian lari dan teriak membangunkan warga lainnya. Saat itu dia hanya sempat menyelamatkan KTP beserta akta kelahiran anak-anaknya.

"Aku ingetnya nggak bisa nyelamatin barang, kan. Boro-boro aku nyelamatin barang, terus yang aku inget begitu meledak, habis bangunin orang, aku inget bikin KTP susah, jadi aku nyelamatin punya anak-anak dulu akta segala apa itu. KK sempet yang fotokopi aja," kata Wartini saat ditemui di lokasi, Kamis (26/8/2021).

Wartini baru sadar anaknya tidur dan masih berada di lantai atas rumahnya. Wartini lalu bergegas kembali ke rumahnya dan membangunkan anaknya yang sedang tidur.

"Bangunin aja, api udah di depan. Aku inget anak satu yang belum saya bangunin. Inget satu, ya Allah, anak saya satu belum bangun, jadi aku bangunin anak," ujarnya.

Saat hendak menyelamatkan anaknya yang masih berada di dalam rumah, anak Wartini lainnya sempat melarang dirinya masuk. Wartini nekat masuk, lalu menarik anaknya yang sedang tidur.

"Api udah di depan, anak di atas belum bangun, udah... saya tarik aja baru dia bangun, anak usia 16 tahun. Kakaknya teriak, 'Udah, Mama, jangan masuk lagi'," imbuhnya.

Kebakaran terjadi pada Rabu (25/8) dini hari. Kebakaran awalnya terjadi di salah satu bedeng.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan mengatakan api berasal dari salah satu bedeng kosong di lapak tersebut. Dia menyebut ada 44 keluarga yang terdampak.

"Ada 44 keluarga. Kalau penyebab kebakaran, nanti kami serahkan ke kepolisian, kami tunggu jawaban pihak kepolisian. Tapi kalau kami tanyakan kepada warga, itu terjadi di salah satu rumah yang bedengnya kosong. Api dari situ, akhirnya menyebar ke bedeng lainnya," kata Pilar saat meninjau kebakaran.

Pilar menjelaskan warga sementara diungsikan di tenda yang telah disediakan. Pilar mengatakan Pemkot Tangsel akan mencarikan kontrakan untuk tempat tinggal warga yang terdampak.

(mea/mea)