ADVERTISEMENT

Viral Warga di Medan Terdaftar PKH Namun Tak Kunjung Terima Bantuan

Datuk Haris Molana - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 09:16 WIB
Viral Warga di Medan Terdaftar PKH Namun Tak Kunjung Terima Bantuan (Foto: Istimewa)
Pihak kecamatan saat menemui Gemiati. (Dok. Istimewa)
Medan -

Sebuah video menunjukkan seorang perempuan mengeluhkan tak pernah mendapat bantuan viral di media sosial. Padahal perempuan itu telah terdaftar sebagai penerima program keluarga harapan (PKH).

Dilihat detikcom, Kamis (26/8/2021), video berdurasi 54 detik itu memperlihatkan seorang ibu memakai kerudung merah dengan wajah berkaca-kaca berbicara dengan seorang pria. Dalam percakapan itu, terdengar dia mengeluh serta menceritakan soal dirinya tidak mendapatkan bantuan selama ini.

Dalam narasi postingan disebut ibu itu merupakan warga Medan Amplas yang telah menjadi single parent sejak 2015. Sang ibu menyebut, sejak 2017, dia telah terdaftar dan memegang salah satu kartu sakti, yakni kartu keluarga sejahtera dan merupakan penerima manfaat dari program PKH.

Saat dicek di web Kemensos pun, terbukti benar dia terdaftar sebagai penerima manfaat PKH. Namun, sejak 2017 sampai sekarang, dia tidak pernah sekali pun menerima bantuan (manfaat) dari kartu sakti dan PKH.

Dalam video, ibu itu mengungkapkan akibat dari bantuan itu tak kunjung diberikan. Dia mengatakan ijazah anaknya sampai terpendam di sekolah lantaran tak sanggup menebusnya. Imbasnya, anak ibu itu pun susah mencari pekerjaan.

"Ijazah (anak) pun terpendam di sekolah. Anak saya mau kerja pun susah," kata ibu dalam video tersebut.

Viral Warga di Medan Terdaftar PKH Namun Tak Kunjung Terima Bantuan (Foto: Istimewa)Gemiati, warga di Medan yang mengaku terdaftar PKH, namun tak jua menerima bantuan. (Dok. Istimewa)

Dia mengaku bahwa anaknya selesai sekolah pada 2019 serta 2021. Dia padahal sangat berharap bantuan tersebut.

"Kakaknya tahun 2019, adiknya tahun ini (2021). Nggak ada uang, awak berharap itu (bantuan) dapat. Jadi kayak awak ini nggak mampu kan awak berharap. Kadang di grup (PKH) ini, ada yang bilang ibu jangan berharap, kok gitu dia sebagai pendamping (PKH)," ucap ibu tersebut.

Perempuan paruh baya itu menegaskan jika selama ini belum pernah mendapat bantuan. Katanya, anggota PKH yang lainnya malah bisa membawa pulang sembako, akan tetapi dirinya hanya bisa membawa pulang air mata.

"Saya nggak pernah dapat. Orang itu (anggota PKH yang lain) pada bawa beras, telur, buah. Awak cuma bawa air mata la pulang," ucap ibu tersebut.

Lihat juga video '2 Petugas PKH Sunat Dana Bansos Rp 50-100 Ribu per KK, Ini Modusnya':

[Gambas:Video 20detik]

Pemko Medan langsung melakukan pengecekan. Simak di halaman berikut.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT