Pandangan Islam Tentang Bunuh Diri: Dalil dan Penjelasannya

Rahma Indina Harbani - detikNews
Kamis, 26 Agu 2021 08:00 WIB
Ilustrasi Gantung Diri
Foto: Mindra Purnomo/Pandangan Islam Tentang Bunuh Diri: Dalil dan Penjelasannya
Jakarta -

Seorang karyawan bank perkreditan di Bojonegoro, Jawa Timur, ditemukan tewas bunuh diri. Karyawan berinisial HP tersebut gantung diri di tempatnya bekerja. Keterangan polisi menyatakan, HP baru saja menikah.

"Iya karyawan baru training informasinya. Masih muda dan kabarnya juga baru dua bulan menikah. Gantung diri di kantor kerjanya," ujar Kapolsek Kanor Iptu Slamet Hariyadi kepada detikcom, Selasa (24/8/2021).

Kasus bunuh diri bukan hal yang asing bagi masyarakat. Berbagai hal bisa jadi penyebab diambilnya keputusan tersebut. Islam tentunya punya pandangan sendiri terkait bunuh diri.

Bagaimana pandangan Islam tentang bunuh diri?

Buku Pendidikan Agama Islam yang ditulis Drs H Muslimin menjelaskan bunuh diri sebagai hilangnya nyawa seseorang yang disengaja dengan alat. Allah SWT dalam Al Quran surat Al Mulk menjelaskan, hidup mati adalah kuasaNya,

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Artinya: "Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun."

Islam melarang penghilangan nyawa baik melalui pembunuhan terhadap orang lain, maupun diri sendiri. Dikutip dari buku Aplikasi Islam dalam Wilayah Kuadran dari M Muntasir Alwi dan Arif Fadhillah, hukum bunuh diri adalah haram.

Dalil tentang bunuh diri tercantum dalam surat An Nisa ayat 29,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَأْكُلُوٓا۟ أَمْوَٰلَكُم بَيْنَكُم بِٱلْبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Arab latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ lā ta`kulū amwālakum bainakum bil-bāṭili illā an takụna tijāratan 'an tarāḍim mingkum, wa lā taqtulū anfusakum, innallāha kāna bikum raḥīmā

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu."

Ayat lain tentang bunuh diri terdapat dalam Al Baqarah ayat 195,

وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Arab latin: Wa anfiqụ fī sabīlillāhi wa lā tulqụ bi`aidīkum ilat-tahlukati wa aḥsinụ, innallāha yuḥibbul-muḥsinīn

Artinya: "Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik."

Senada dengan ayat tersebut, cendekiawan muslim Quraish Shihab menyatakan bunuh diri merupakan tindakan yang dilarang keras Allah SWT. Nyawa hanya bisa dipisahkan dari tubuh atas izinNya.

"Nyawa pun tak boleh dipisahkan dari badan kecuali atas izin-Nya, misalnya dalam peperangan atau pelaksanaan sanksi hukum. Atas dasar itu, bunuh diri dilarang keras oleh-Nya," tulis Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul Mistik, Seks, dan Ibadah.

Salah satu hadits yang disebutkan Quraish Shihab dalam bukunya berbunyi,

عَن جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : كَانَ فِيمَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ رَجُلٌ بِهِ جُرْحٌ، فَجَزِعَ، فَأَخَذَ سِكِّينًا فَحَزَّ بِهَا يَدَهُ، فَمَارَقَأَ الدَّمُ حَتَّى مَاتَ، قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: بَادَرَنِي عَبْدِي بِنَفْسِهِ، حَرَّمْتُ عَلَيْهِ الجَنَّةَ

Artinya: Dari Jundub bin Abdullah, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, Dahulu ada seorang laki-laki sebelum kamu yang mengalami luka, lalu dia berkeluh kesah, kemudian dia mengambil pisau, lalu dia memotong tangannya. Kemudian darah tidak berhenti mengalir sampai dia mati. Allâh Azza wa Jalla berfirman, "Hamba-Ku mendahului-Ku terhadap dirinya, Aku haramkan surga baginya." (HR Al-Bukhari).

Dengan memahami pandangan Islam tentang bunuh diri, semoga kita semua bisa mengambil hikmah di dalamnya. Bahwa semata-mata larangan Allah ini merupakan bentuk kasih sayang-Nya kepada hamba-Nya.

(rah/row)