Cerita Anies Kala Banjir Jakarta Februari 2021 Bisa Kering dalam Sehari

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 19:48 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Tiara Aliya-detikcom)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Tiara Aliya/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berbicara mengenai penanganan banjir di Ibu Kota pada Februari lalu. Anies bercerita bagaimana banjir bisa surut dalam kurun sehari.

Hal ini disampaikan Anies Baswedan saat menghadiri Penghargaan Anugerah Jurnalistik Mohammad Husni Thamrin ke-47 Tahun 2021. Anies awalnya menyampaikan, akibat hujan ekstrem, banyak daerah yang jarang dilanda banjir kini malah kebanjiran.

"Awal tahun kemarin kita menyaksikan tempat-tempat yang biasa tidak kebanjiran, apakah di Kalimantan, apakah di Jawa Tengah, apakah di Jawa Timur, apakah di Jawa Barat, apakah di Jakarta mengalami hujan ekstrem," kata Anies dalam sambutannya, Rabu (25/8/2021).

Anies kemudian menjabarkan korelasi antara tingkat curah hujan dan penyebab banjir di Jakarta. Eks Mendikbud itu mengungkap, jika curah hujan di bawah 100 milimeter per hari tapi DKI tetap kebanjiran, peristiwa ini menjadi kesalahan jajarannya.

"Kepada jajaran kami garis bawahi, Jakarta ada pegangannya. Bila hujan di bawah 100 mm per hari dan (kemudian) banjir, salahnya pemprov. Tapi bila (curah) hujannya di atas 150 mm, ya memang sistem drainase kita nggak mungkin bisa menampung," sebutnya.

Di sisi lain, Anies mewanti-wanti jajarannya segera menyurutkan banjir kurang dari 6 jam. Terutama, ketika curah hujan di atas 100 mm.

"Begitu air masuk Jakarta di atas 600 mm per detik, maka banjir itu harus surut kurang dari 6 jam. Jadi kalau sudah di atas itu sudah di luar kendali kita karena curah hujan adalah di luar kontrol manusia tapi membersihkannya itu kontrol kita," imbuhnya.

Hal ini, sebutnya, terbukti dari peristiwa banjir pada Februari 2021. Menurut Anies, banjir yang melanda permukiman warga kering dalam waktu sehari karena kerja sama tim yang dioptimalkan.

"Banjir bulan Februari kemarin Jakarta dalam 1 hari seluruh banjir kering. Kenapa? Dipompa oleh seluruh tenaga yang ada. Pemadam kebakaran, truk penyiram air taman, semuanya dikerahkan untuk menarik air dari tempat-tempat yang ada banjir," ujarnya.

"Karena kita ingin menghadapi ini juga membangun kepercayaan diri masyarakat. (Saya) datang ke tempat yang alami banjir itu, mereka bilang, pak, rasanya kayak aneh. Biasanya 3 hari 4 hari baru kering, sekarang hari berikutnya tidak ada air lagi. Saya cek apa yang terjadi, iya pak kemarin dikirim 10 truk pemadam kebakaran, daripada truk nunggu di pos turun ke lapangan," sambungnya.

(dwia/dwia)