Panas! Legislator PAN Vs Kepala BPOM Debat soal Efikasi-KIPI Vaksin

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 17:15 WIB
Vaccine and syringe injection It use for prevention, immunization and treatment from COVID-19
Ilustrasi vaksin Corona (Getty Images/iStockphoto/kiattisakch)
Jakarta -

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PAN Saleh Partaonan Daulay terlibat perdebatan dengan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito saat pemaparan terkait efikasi hingga Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) vaksin Corona. Pasalnya, Saleh menyebut ada sejumlah gejala yang terjadi pada masyarakat seusai vaksinasi Corona.

Awalnya, Penny menjelaskan berkaitan dengan pertanyaan Saleh soal teknik penyimpanan vaksin Corona hingga dampaknya jika vaksin Corona melebihi batas waktu penyimpanan. Dia menyampaikan vaksin Corona akan berkurang potensinya jika sudah kedaluwarsa.

"Tadi ada pertanyaan, dari Pak Saleh dikaitkan dengan teknik penyimpanan. Apa yang terjadi pada vaksin jika sudah melebihi atau disimpan tidak sesuai standar yang diberikan. Ya tentu saja itu akan ada kemungkinan untuk mengurangi potensi vaksin tersebut," kata Penny saat rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR di gedung DPR RI, Rabu (25/8/2021).

Penny lantas menjelaskan terkait penghitungan kedaluwarsa yang dilakukan oleh industri farmasi berbeda-beda. Dia kemudian memberikan beberapa contoh data.

Saleh lantas mempertanyakan kembali kepada Penny apakah pertanyaannya berkaitan dengan vaksin melebihi batas waktu penyimpanan sudah terjawab apa belum. Penny lantas menekankan kembali jawaban dari pertanyaan itu.

"Ibu Penny sudah menyebut pertanyaan saya tapi jawabannya belum, apa jawabannya tadi? Yang soal masa simpan tadi, kalau udah keluar 6 jam, 2 jam?" tanya Saleh.

"Ya akan mengurangi potensinya, Pak, akan kurangi potensinya, tentu akan tidak berikan efek perlindungan terhadap siapa pun yang menggunakannya. Tapi tentunya sampai sejauh mana potensi itu hilang, harus ada satu kajian tersendiri lagi," jawab Penny.

Ketika inilah Saleh lantas mengkritisi Badan POM yang baru akan mengkaji lagi terkait dampak penyimpanan yang melebihi batas waktu. Saleh menyebut hal tersebut juga berlaku terkait dengan dampak yang dirasakan masyarakat setelah vaksinasi atau KIPI.

"Potensi apa? Mestinya kajian itu sudah Ibu lakukan. Jadi mohon maaf, ya, yang Ibu jelaskan tadi dengan pertanyaan sebelumnya dari teman-teman itu juga belum menjawab juga sebetulnya. Ada tadi yang hampir sama dengan ini. Kalau tadi ada kajian khusus lagi, terus Badan POM ngapain? Bukannya sudah mengkaji itu dulu? Sekarang kami minta pertanyaan jawaban itu, kita bertanya dari rakyat ini, rakyat mau tahu jawabannya, Ibu mau kajian lagi? Terutama soal KIPI itu juga belum jelas loh. Itu Ibu tadi jelaskan kalau ada temuan orang KIPI-nya begini-begini, ambil lagi vaksinnya bawa ke lab, bukannya terbalik? Sebelum dipakai, harusnya bawa ke lab, pastikan nggak ada masalah baru dibagi," jelas Saleh.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Menkes Ungkap Rencana Booster Vaksin Covid-19 Umum, Gratis?

[Gambas:Video 20detik]