Menkes: Vaksin Pfizer Hanya Tahan 6 Minggu Jika Dikirim ke Daerah

Matius Alfons - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 13:48 WIB
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan terkait kondisi vaksin Pfizer yang saat ini sudah masuk sebanyak 1,5 juta dosis ke Indonesia. Budi menyebut vaksin Pfizer sebetulnya membutuhkan suhu hingga -80 derajat Celsius agar bisa bertahan sampai 6 bulan.

"Kita sudah menerima batch pertama dari vaksin Pfizer hasil BtoB dengan Pfizer sebesar 1,5 jutaan dan memang vaksin ini membutuhkan jalur distribusi rantai dingin yang berbeda. Sebagai masukan, sebenarnya vaksin (Pfizer) yang datang ke kita dalam suhu -80 derajat Celsius itu bisa tahan disimpan selama 6 bulan," kata Budi saat rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI, di gedung DPR, Rabu (25/8/2021).

Budi lantas mengatakan jangka waktu vaksin tersebut akan berkurang jika dikirimkan ke kabupaten atau kota di Indonesia. Pasalnya, kata dia, infrastruktur penyimpanan vaksin yang tersedia di kabupaten/kota rata-rata hanya mencapai suhu -25 derajat Celsius.

"Kalau kemudian kita kirim ke kabupaten/kota yang memang sekarang sudah memiliki infrastruktur logistik penyimpanan rantai dinginnya sampai -25 itu bisa dilakukan. Namun hanya bisa bertahan 2 minggu. Kemudian nanti mereka akan dipindahkan ke boks-boks khusus yang normal dipakai di fasyankes dan itu masih bisa tahan dalam kondisi suhu 2-8 derajat Celsius sampai 4 minggu," ucapnya.

Dengan demikian, Budi menyimpulkan vaksin Pfizer yang dikirim ke kabupaten atau kota di Indonesia hanya mampu bertahan selama 6 minggu. Jadi dia menyebut pemberian vaksin Pfizer ke daerah harus dengan kepastian dapat disuntikkan dalam jangka waktu 6 minggu.

"Jadi melihat progresnya seperti ini, kami menyimpulkan sebenarnya vaksin Pfizer itu selama dia bisa disuntik dalam 6 minggu. Selama kita memiliki kepastian mereka bisa disuntikkan dalam jangka waktu 6 minggu. Kita bisa menggunakan jalur logistik rantai dingin yang ada sekarang. Karena sekarang yang kita miliki sampai level kab/kota kita memiliki jalur logistik rantai dingin sampai dengan -25 derajat Celsius," ujarnya.

Rencana Beli Kulkas

Berkaca dari kondisi tersebut, Menkes Budi pun menyebut pihaknya akan membeli kulkas yang bisa mengatur suhu hingga -80 derajat Celsius. Dia memastikan akan membeli 55 unit tempat penyimpanan khusus vaksin dari UNICEF.

"Untuk bisa memperkuat jalur distribusi rantai dingin ini, pemerintah sudah memutuskan kita akan membeli 55 unit lemari es tempat penyimpanan khusus yang bisa sampai -80 derajat Celsius melalui UNICEF," ujarnya.

Lemari es penyimpanan vaksin itu bakal disebar di 34 provinsi di Indonesia sehingga bisa memperlama masa vaksin.

"Nanti rencananya kita akan di-deploy ke 34 provinsi. Sehingga provinsi bisa menjadi hub-hub penyimpanan vaksin-vaksin yang membutuhkan penyimpanan rantai dingin sampai -80 derajat Celsius," tuturnya.



(maa/tor)