Kejaksaan Dinilai Lebay Bikin Poster Selamatkan Aset Korupsi Rp 39,7 T

Andi Saputra - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 11:16 WIB
Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar (Wildan-detikcom).
Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar (Wildan/detikcom)
Jakarta -

Kejaksaan Agung (Kejagung) membuat poster berisi klaim menyelamatkan aset negara dari koruptor sebesar Rp 39,7 triliun. Hal itu dinilai berlebihan alias lebay.

"Lebay," kata ahli hukum pidana, Abdul Fickar Hadjar, kepada detikcom, Rabu (25/8/2021).

Poster itu disebar di akun sosial media Kejaksaan. Angka Rp 39,7 triliun didapat dari:

1. Danareksa Sekuritas Rp 105 miliar
2. Import textile Rp 1,6 triliun
3. Jiwasraya Rp 16 triliun
4. ASABRI Rp 22 triliun

Di poster itu tertulis 'Berapapun kasus mega korupsi yang ditangani Kejaksaan Agung, masih saja ada pihak-pihak yang ingin melemahkan capaian kinerja kami. Corruptors Fight Back but Public Behind Us' dan 'Dukung Kami Melawan Para Koruptor'.

Poster Kejaksaan AgungPoster Kejaksaan Agung (Dok. Istimewa)

Fickar berpendapat Kejagung tak perlu sampai membuat poster iklan untuk mendapat dukungan rakyat. Menurut Fickar, rakyat akan mendukung jika kejaksaan melaksanakan tugasnya dengan benar.

"Seharusnya kejaksaan yang memang dalam struktur kenegaraan sebagai penuntut umum tugasnya adalah melakukan fungsinya dengan benar dan lurus. Percayalah jika fungsi sudah dilakukan dengan benar, tidak usah beriklan masyarakat akan mendukung dengan sendirinya," ujar Fickar.

Fickar pun mengingatkan bahwa salah satu fungsi meme adalah menyebarluaskan informasi positif. Jadi Kejagung seharusnya membuat meme untuk kegiatan sosialisasi atau crime prevention, bukan mengklaim kinerjanya atas perkara yang belum berkekuatan hukum tetap.

"Persoalannya di lapangan seringkali fungsi penuntutan ini bias, dan masyarakat seringkali juga menyaksikan hal-hal yang justru bertentangan dengan fungsi dan tugasnya," tutur Fickar.

"Kinerja itu tidak perlu dicitrakan melalui meme-meme dan sebagainya. Bekerjalah dengan baik, jujur, dan profesional, citra baik akan lahir dengan sendirinya," sambung Fickar.

Simak berita selengkapnya di halaman berikutnya.