Bangkai Lumba-lumba dengan Luka Sayatan Ditemukan di Pantai Yeh Leh Bali

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 25 Agu 2021 09:28 WIB
Lumba-lumba penuh luka sayatan ditemukan mati terdampar di Pantai Yeh Leh, Jembrana, Bali. (dok. Istimewa)
Lumba-lumba penuh luka sayatan ditemukan mati terdampar di Pantai Yeh Leh, Jembrana, Bali. (Dok. Istimewa)
Jembrana -

Seekor lumba-lumba ditemukan mati terdampar di Pantai Yeh Leh, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali. Lumba-lumba hidung botol indo-pasifik itu terdampar dengan penuh luka sayatan.

"Tanggal 20 Agustus 2021 ada satu lumba-lumba hidung botol indopasifik atau Tursiops aduncus mati terdampar dengan sejumlah luka, sayatan benda tajam dan usus terburai di Pantai Yeh Leh, Kabupaten Jembrana, Bali," kata Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Permana Yudiarso kepada detikcom, Rabu (25/8/2021)

Yudi mengatakan dia mengetahui adanya lumba-lumba terdampar setelah menerima informasi dari media sosial. Informasi itu dikirimkan oleh Yayasan Bali Bersih sekitar pukul 09.23 Wita.

"Dalam pesan disampaikan bahwa petugas BKSDA Bali Resort Jembrana menerima laporan masyarakat melalui media sosial tentang adanya 1 lumba-lumba terdampar mati di Pantai Yeh Leh pada Jumat 20 Agustus 2021," terang Yudi.

"Petugas melakukan pengecekan lapangan pagi tersebut. Diperkirakan, masyarakat meng-upload foto penemuan hari sebelumnya," imbuh Yudi.

Dari hasil identifikasi awal dari petugas, lumba-lumba memiliki panjang tubuh sekitar 225 cm dengan diameter/lingkar perut sekitar 45 cm.

Setelah laporan ini diterima, tim Jakarta Animal Aid Network (JAAN) kemudian mendatangkan dokter hewan ke lokasi kejadian. Hal itu guna mengidentifikasi dan penanganan lebih lanjut, yakni melakukan nekropsi dan mengambil sampel daging untuk dilakukan uji DNA.

"Lumba-lumba sudah mati terdampar dalam kode 3, yaitu sudah lama dan membusuk. Lalu, dokter hewan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) mengambil sampel DNA untuk melakukan identifikasi spesies dan analisis kekerabatan spesies," tutur Yudi.

Karena lumba-lumba tersebut sudah mulai membusuk, Yudi menyebut sedikit kesulitan mengidentifikasi penyebab hewan itu terdampar. Hingga saat ini Yudi belum menerima hasil identifikasi lebih lanjut dari JAAN.

"Saat ini kami belum mendapatkan hasilnya secara resmi. Dari lapangan, dokter hewan menyampaikan ada luka sayatan pada bagian perut sehingga usus terurai keluar. Tidak ada indikasi terkena jaring, lambung dan usus dalam keadaan kosong dan tidak ditemukan makanan dan benda asing," papar Yudi.

(nvl/nvl)