Round-Up

Arogansi Oknum TNI di Siantar, Ditegur Malah Lurah Dihajar

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 20:44 WIB
Poster
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Pematangsiantar -

Viral seorang lurah di Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara (Sumut), diduga dianiaya oknum TNI. Oknum TNI itu kini diamankan Polisi Militer.

Kabar penganiayaan itu ditulis di akun Facebook korban inisial WZ. Dalam postingan itu dijelaskan kronologi kejadiannya.

Disebutkan, seorang oknum Babinsa (JS) membuat keributan di Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar. Diceritakan, oknum TNI itu merasa keberatan dengan adanya operasi yustisi yang melibatkan personel gabungan TNI-Polri dan stakeholder lainnya.

Peristiwa itu terjadi saat penerapan PPKM level 4 pada Minggu (22/8) pukul 23.00 WIB. JS, yang memiliki warung kelontong, saat itu diingatkan oleh petugas yang melakukan operasi yustisi. Korban menyebut saat itulah dia mengalami penganiayaan.

Kapenrem 022/Pantai Timur Mayor Sondang Tanjung memberikan penjelasan soal kasus tersebut. Sondang menyebut oknum TNI itu saat ini sedang diperiksa.

"Kejadian tersebut tidak seperti apa yang diberitakan, diviralkan oleh ibu itu. Dugaan pemukulan dalam proses di POM sekarang," kata Mayor Sondang saat dimintai konfirmasi.

Sondang menduga ada kerancuan dalam peristiwa itu. Dia menilai antara terlapor dan pelapor belum sinkron.

"Akar permasalahan juga masih rancu. Karena antara terlapor dan pelapor ini belum sinkron. Namun yang dikatakan bahwa Satgas mendatangi warung itu salah, tidak ada Satgas di situ," ujar Sondang.

Dugaannya, kejadian itu di rumah ibu lurah tersebut. Dan saat kejadian itu, lurahnya pun memakai pakaian biasa. Sondang juga menduga peristiwa itu kemungkinan sentimen pribadi.

"Ini kemungkinan sentimen pribadi. Kita belum tahu apa, masih dalam penyelidikan POM," ujar Sondang, Senin (23/8/2021).

Sondang mengatakan oknum TNI itu masih diperiksa di Denpom. Dia mengatakan aturan harus ditegakkan jika terbukti ada pelanggaran.

"Masih diperiksa lanjut di Denpom. Jika nantinya ada pelanggaran, akan diproses sesuai dengan tingkat pelanggarannya dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kejadian oknum TNI yang memukul Satgas itu tidak benar. Ini urusannya ibu ini dengan oknum TNI itu. Dengan Satgas tidak ada," ucap Sondang.

Simak juga 'Kronologi TNI Hajar Warga Buleleng, Dipicu Kepala Dandim Dipukul':

[Gambas:Video 20detik]