Jaksa Kembalikan Berkas Kasus Kerumunan Selebgram Herlin Kenza ke Polisi

Agus Setyadi - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 16:22 WIB
Herlin Kenza
Herlin Kenza (dok. Instagram/@herlinkenza)
Banda Aceh -

Penyidik Polres Lhokseumawe melimpahkan berkas kasus kerumunan selebgram Herlin Kenza ke Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Jaksa mengembalikan dan meminta polisi melengkapi berkas kasus tersebut.

"Kita mendapatkan P-19 (istilah pengembalian berkas perkara untuk dilengkapi) dari jaksa," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy saat dimintai konfirmasi detikcom, Selasa (24/8/2021).

Winardy menjelaskan penyidik bakal segera melengkapi berkas seperti yang disyaratkan jaksa. Menurutnya, jaksa menilai berkas kasus tersebut masih ada kekurangan.

Dia menyebut tim penyidik masih perlu waktu untuk melengkapi kekurangan berkas tersebut. Meski demikian, Winardy enggan menjelaskan materi yang harus dilengkapi penyidik.

"Itu sudah masuk materi penyidikan atau perkara, bersifat teknis," ujar Winardy.

Awal Mula Kasus Kerumunan Herlin Kenza

Sebelumnya, polisi menetapkan selebgram Herlin Kenza sebagai tersangka dalam kasus kerumunan saat mempromosikan toko di Lhokseumawe, Aceh. Meski berstatus tersangka, polisi tidak menahan Herlin.

"Nggak ditahan karena ancaman hukuman cuma satu tahun," kata Winardy, Senin (26/7).

Menurutnya, penetapan tersangka keduanya dilakukan setelah penyidik Polres Lhokseumawe memeriksa delapan saksi. Mereka yang diperiksa termasuk ahli dari Satgas Penanganan COVID-19, pihak Dinas Kesehatan, hingga lainnya.

"Sudah ditetapkan tersangkanya. Itu berdasarkan pemeriksaan baik terduga pelaku maupun saksi-saksi, termasuk satu ahli hukum pidana," ujar Winardy.

Respons Herlin Kenza soal Dirinya Jadi Tersangka

Selain Herlin, polisi menetapkan pemilik toko berinisial KS sebagai tersangka. Keduanya dijerat dengan Pasal 93 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 juncto Pasal 55 KUHP.

Berikut ini bunyi Pasal 93 dalam UU Kekarantinaan Kesehatan:

Pasal 93
Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Herlin lewat akun Instagram-nya mengaku akan bertanggung jawab atas kasus tersebut. Dalam postingan itu, Herlin Kenza terlihat dikelilingi oleh sejumlah bodyguard-nya.

"Saya warga negara Indonesia yang baik, saya sangat menghormati hukum yang berlaku. Saya bertanggung jawab atas ini," demikian caption pada postingan Instagram Herlin Kenza, @herlinkenza, Sabtu (24/7).

(agse/aud)