Jejak Harimau Ditemukan di Riau, Warga Diimbau Tak Pergi Sendirian

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 12:17 WIB
Jejak kaki harimau sumatera kembali muncul di Kabupaten Pelalawan, Riau. BBKSDA Riau, menerjunkan tim ke lokasi. (dok BBKSDA Riau)
Foto: Jejak kaki harimau sumatera kembali muncul di Kabupaten Pelalawan, Riau. BBKSDA Riau, menerjunkan tim ke lokasi. (dok BBKSDA Riau)
Pekanbaru -

Jejak kaki harimau sumatera kembali muncul di Kabupaten Pelalawan, Riau. Balai Besar Konsevasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, menerjunkan tim ke lokasi.

"Iya, ada penemuan jejak kaki harimau di Pelalawan. Kaki harimau sumatera," kata Kepala Bidang Wilayah I BKSDA Riau, Andri Hansen Siregar, kepada detikcom, Selasa (24/8/2021).

Hansen mengatakan jejak kaki harimau sumatera itu ditemukan pekerja kebun PT Gandaerah Hendana akhir pekan lalu. Hewan yang akrab dengan panggilan 'datuk' di Riau itu diperkirakan sudah berusia dewasa.

Jejak kaki harimau sumatera kembali muncul di Kabupaten Pelalawan, Riau. BBKSDA Riau, menerjunkan tim ke lokasi. (dok BBKSDA Riau)Di lokasi banyak ditemukan jejak kaki harimau sumatera yang diduga sudah berusia dewasa (dok BBKSDA Riau)

"Penemuan di dalam areal perkebunan PT Gandaerah. Setelah kita cek dan ukur, itu adalah harimau sumatera dewasa," imbuh Hansen.

Selanjutnya hasil pelacakan, jejak harimau ditemukan di jalan koridor PT Pertamina. Kemudian mengarah ke perkebunan sawit PT Gandaerah yang berakhir di semak belukar menuju tempat pemakaman umum lama masyarakat.

"Jarak lokasi ditemukan jejak itu tidak jauh dari kawasan konservasi wilayah Kerumutan, hanya 7 km," kata Hansen.

Hansen mengatakan lokasi itu merupakan wilayah jelajah satwa dengan nama latin Panthera Tigris Sumatrae itu. Sebab jejak harimau sumatera bukan pertama kali di lokasi ditemukan.

Jejak kaki harimau sumatera kembali muncul di Kabupaten Pelalawan, Riau. BBKSDA Riau, menerjunkan tim ke lokasi. (dok BBKSDA Riau)Lokasi itu merupakan wilayah jelajah harimau sumatera (dok BBKSDA Riau)

"Tahun lalu juga ditemukan jejak kaki yang sama di lokasi. Dugaan memang itu lokasi harimau sering melintas atau wilayah jelajahnya," kata Hansen.

Terkait penemuan jejak, tim BBKSDA Riau terus memberi sosialisasi terhadap perusahaan dan masyarakat untuk tidak bepergian ke kebun sendirian. Perusahaan juga diminta membuat pelang informasi di perlintasan satwa tersebut.

"Selain imbauan kita juga mulai lakukan pemasangan camera trap di perlintasan harimau itu serta menyisir jerat di sekitar lokasi," katanya.

(ras/jbr)