90% Calon Jemaah Haji Divaksin Sinovac, Pengakuan Arab Saudi Diharapkan

Inkana Putri - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 22:51 WIB
Saat ini pemerintah Arab Saudi telah membuka kembali untuk umroh dan haji di jamaah negara internasional. Tetapi tidak semua negara bisa masuk karena alasan tertentu dan jenis vaksin yang tidak diakui oleh Saudi Arabia. Lalu bagaimana nasib  para jamaah umroh dan haji Indonesia?
Foto: Getty Images
Jakarta -

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menerima audiensi pengurus Afiliasi Mandiri Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (AMPUH) di Kantor DPD RI hari ini.Dalam kesempatan tersebut, LaNyalla meminta pihak AMPUH mendorong Kementerian Agama agar segera dapat memberangkatkan jemaah haji. Sebab, ia prihatin dengan kondisi ketidakpastian nasib jemaah umrah dan haji Indonesia saat ini.

"Pemerintah seperti tidak berpihak dengan rakyat. Calon jemaah umrah dan haji Indonesia ini sudah lama tertunda. Mereka sudah sangat rindu Tanah Suci. Sementara nasibnya seperti terombang-ambing tidak ada kejelasan," kata LaNyalla dalan keterangan tertulis, Senin (23/8/2021).

LaNyalla menjelaskan dirinya sudah sering berbicara di media agar Kemenag melakukan lobi terkait hal tersebut. Namun, ia berharap para pengusaha travel umrah dan haji juga dapat bersinergi membahas hal itu.

"Saya minta juga kepada asosiasi penyelenggara umrah dan haji yang ada untuk mendesak Menteri Agama agar ini ditangani. Sekarang jangan tunggu info dari Kemenag, mereka harus digedor supaya tidak diam saja seperti sekarang ini. Kasian rakyat, mereka perlu kejelasan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum AMPUH Abdul Azis mengapresiasi atas statemen LaNyalla yang berpihak pada calon jemaah umrah dan haji. Namun, hingga kini pihaknya menyebut akses bagi jemaah umrah Indonesia masih belum dibuka.

Terkait hal ini, AMPUH berharap agar Arab Saudi dapat mengakui vaksin Sinovac. Sebab, dari 150 penyelenggara umrah dan haji di bawah AMPUH, sekitar 90 persen calon jemaahnya telah divaksin Sinovac.

"Banyak negara sudah diperbolehkan umrah, sedangkan jemaah Indonesia belum bisa berangkat juga. Makanya AMPUH minta bantuan ke DPD agar sampaikan ke pemerintah untuk melakukan lobi government to government sehingga calon jemaah umrah Indonesia bisa berangkat ke sana," pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam kesempatan itu hadir pula Ketua Umum AMPUH Dr Abdul Aziz, Sekjen AMPUH Wawan Suhada, Dhobith K Wakil Ketua Umum AMPUH, Wasekjen AMPUH Umam, M Fachri dan pengurus lainnya. Hadir juga Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi.

Saat ini, pemerintah Arab Saudi telah membuka pelaksanaan umrah untuk jemaah internasional mulai Senin (9/8). Namun Indonesia masih termasuk ke dalam negara yang menghadapi larangan perjalanan ke Arab Saudi bersama negara lainnya seperti India, Pakistan, Mesir, Argentina, Brazil, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Ethiopia dan Vietnam.

(mul/ega)