3 Arahan Jokowi soal Roadmap 'Hidup Bersama Pandemi'

Tim detikcom - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 21:19 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkap arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal kesiapan Indonesia hidup bersama pandemi COVID-19. Dia mengatakan hal paling penting ialah penerapan protokol kesehatan (prokes).

"Untuk hidup bersama pandemi, ada beberapa arahan bapak presiden. Pertama agar kita bisa menyeimbangkan antara hidup yang sehat dan hidup yang bermanfaat secara ekonomi, yang paling penting adalah protokol kesehatannya harus diimplementasikan secara disiplin," kata Budi, Senin (23/8/2021).

Hal itu diungkapkan Budi dalam siaran langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden. Dalam kesempatan yang sama, turut menyampaikan keterangan pers Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan serta Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Budi mengatakan aturan soal prokes telah dibuka bertahap di masing-masing kota. Kemenkes juga sudah bekerja sama dengan sejumlah asosiasi dan perkumpulan untuk menyusun penerapan prokes berbasis teknologi informasi.

Dia mengatakan aplikasi PeduliLindungi akan dipakai secara nasional untuk menjaga implementasi protokol kesehatan berbasis teknologi informasi.

"Jadi protokol kesehatan di sektor perdagangan baik itu modern atau tradisional; protokol kesehatan di sektor transportasi darat, laut, dan udara; protokol kesehatan di sektor kerja baik itu industri, maupun juga perkantoran," katanya.

Prokes juga akan diatur untuk sektor pariwisata, seperti pertandingan sepakbola, konser musik, hingga kuliner. Selain itu, prokes di bidang pendidikan dasar hingga tinggi juga akan diatur.

"Maupun juga protokol kesehatan di acara atau hari keagamaan, ritual hari keagamaan baik itu tiap minggu atau hari raya besar," ungkapnya.

Aplikasi PeduliLindungi akan berperan besar dalam implementasi prokes.

"Nanti itu akan disusun protokol kesehatannya, atas arahan Bapak Presiden berbasis teknologi informasi berpusat pada aplikasi PeduliLindungi, sehingga kita bisa membangun hidup bersama epidemi, dengan menyeimbangkan sisi kesehatan dengan sisi aktivitas ekonominya," ungkapnya.

Testing-Tracing secara Epidemiologi

Budi mengatakan arahan Jokowi kedua ialah terkait pengetesan (testing) dan pelacakan (tracing). Dia mengatakan Jokowi meminta testing dan tracing tidak sekadar dilakukan secara massal.

"Yaitu testing yang dilakukan ke suspek dan kontak erat yang memang bergejala, bukan semua orang dites karena ingin melakukan aktivitas tertentu," ucapnya.

Perawatan Pasien COVID-19

Arahan ketiga Jokowi, kata Budi, ialah strategi perawatan atau terapeutik. Sehingga bisa menekan angka kematian dan mempercepat penyembuhan.

"Bapak Presiden memberi arahan secara spesifik bahwa nantinya harus ada perawatan untuk perawatan primer, isolasi-isolasi dengan pengobatan-pengobatan dasar," ucapnya.

Dia mengatakan, dengan strategi perawatan yang benar, nantinya rumah sakit (RS) hanya diisi kasus-kasus kritis dan berat. Selain itu, nantinya bagi pasien gejala ringan akan ditangani puskesmas maupun klinik.

"Ke depannya kita tak hanya bicara strategi tapi strategi untuk hidup bersama epidemi seperti arahan Bapak Presiden," ucap dia.

"Itu akan dilakukan di bidang prokes, bidang testing dan tracing, serta di bidang perawatan atau terapeutik," tambahnya.

Lihat juga video 'PPKM Diperpanjang, Ini Wilayah yang Turun ke Level 3':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/imk)