Jokowi Beri Menkes Target Vaksinasi 100 Juta Dosis hingga Akhir Agustus

Tim detikcom - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 19:38 WIB
Presiden Jokowi
Foto: Presiden Jokowi (Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin diberi target oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait capaian vaksinasi COVID-19. Di akhir Agustus, Presiden Jokowi ingin 100 juta dosis vaksin sudah disuntikkan ke warga.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi dalam konferensi pers daring lewat akun Youtube Sekretariat Presiden, Senin (23/8/2021). Awalnya Presiden Jokowi membahas capaian vaksinasi terkini.

"Dalam beberapa hari terakhir, saya melihat cakupan vaksinasi juga terus meningkat dan saat ini 90,59 juta dosis vaksin sudah disuntikkan," kata Presiden Jokowi.

Selanjutnya Presiden Jokowi menyampaikan dirinya menugaskan Budi untuk menggencarkan vaksinasi hingga di angka 100 juta dosis sampai akhir bulan ini. "Saya minta kepada Menteri Kesehatan sampai akhir bulan Agustus ini kita harus bisa mencapai penyuntikkan lebih dari 100 juta dosis vaksin," sambung dia.

Presiden Jokowi kemudian mengatakan TNI-Polri telah aktif melakukan tracing terhadap kontak erat pasien COVID-19. Sehingga rasio tracing kontak erat yang pada akhir Juli di angka 1,9, kini naik signifikan di angka 6,5.

"Keterlibatan TNI dan Polri dalam melakukan tracing turut berkontribusi terhadap peningkatan angka rasio kontak erat. Pada 20 Agustus 2021 rasio kontak erat mencapai 6,5, jauh meningkat dibanding pada 31 Juli 2021 yang berada pada posisi 1,9," jelas Presiden Jokowi.

Meski situasi membaik, Presiden Jokowi meminta semua pihak tak lengah. Masyarakat diminta tetap taat protokol kesehatan (prokes), dan pemerintah diminta terus menggencarkan tracing serta testing.

"Perbaikan situasi COVID-19 yang kita miliki saat ini tetap harus kita sikapi dengan hati-hati dan penuh kewaspadaan. Pembukaan kembali aktivitas masyarakat tetap harus dilakukan tahap demi tahap seiring dengan peningkatan prokes, testing dan tracing yang tinggi, serta cakupan vaksinasi yang semakin luas," ujar Presiden Jokowi.

(aud/tor)