Hakim: Juliari Intervensi Anak Buah, Vendor Bansos Tak Penuhi Syarat

Zunita Amalia Putri - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 18:12 WIB
6 Hal tentang Tuntutan 11 Tahun Bui Eks Mensos di Korupsi Bansos
Eks Mensos Juliari Peter Batubara (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Majelis hakim menyebut penyedia bansos Corona Kemensos yang ditunjuk Juliari P Batubara hampir semua tidak memenuhi kualifikasi atau syarat standar perusahaan penyedia bansos. Hakim juga menyebut Juliari mengintervensi bawahannya agar menunjuk penyedia bansos yang telah dia tunjuk tanpa ada tahapan seleksi.

"Sebelumnya tidak ada dilakukan seleksi dengan penyedia pengadaan bansos oleh tim teknis akibatnya hampir semua penyedia yang ditunjuk dalam pengadaan bansos tidak memenuhi kualifikasi, sehingga seharusnya tidak layak untuk ditunjuk menjadi penyedia dalam pengadaan bansos Corona," kata hakim anggota Joko Soebagyo saat membaca putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (23/8/2021).

Adapun perusahaan yang tidak memenuhi syarat sebagaimana disebut hakim adalah:

A. PT Anomali Lumbung Artha yang mendapat 1.506.900 paket, lalu ada perushaaan yang terafiliasi, yakni PT Yunarta memperoleh 1.613.000 paket, PT Farmindo Meta Komunika yang memperoleh kuota 1.230.000 paket, PT Tara Optima Prima kuota 250 ribu paket, serta Dwi Mukti Grup.

"Dwi Mukti Group merupakan perusahaan milik Herman Hery yang diklaim saksi Ivo Wongkaren sebagai penyuplai sembako bagi PT Anomali Lumbung Artha," kata hakim.

Hakim menyebut PT Anomali Lumbung Artha tidak memenuhi kualifikasi karena perusahaan tersebut bergerak di bidang elektronik.

B. PT Pertani Persero dan PT Hamonangan Sude

Hakim mengatakan perusahaan tersebut adalah perusahaan titipan Juliari yang berasal dari anggota DPR F-PDIP M Ihsan Yunus dengan penanggung jawab Agustri Yogasmara alias Yogas.

"Perusahaan tersebut tidak memenuhi persyaratan karena PT Pertani tidak punya kemampuan keuangan. Sedangkan PT Hamonangan Sude tidak punya pengalaman pekerjaan di bidang sejenis, melainkan hanya supplier PT Pertani," ungkap hakim.

C. PT Tiga Pilar Agro Utama merupakan perusahaan titipan Pepen Nazaruddin yang menjabat Dirjen Linjamsos tidak punya pengalaman di bidang sejenis.

D. PT Rajawali Parama Indonesia merupakan perusahaan milik Matheus Joko Santoso yang baru didirikan Agustus 2020 dengan tujuan untuk diikutsertakan dalam pengadaan bansos yang sama sekali tidak punya pengalaman dan tidak punya kemampuan keuangan.

E. Perusahaan penyedia lainnya hampir tidak ada yang memenuhi syarat sebagai penyedia dalam pengadaan bansos sembako.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.