Hakim: Juliari Tak Kesatria, Lempar Batu Sembunyi Tangan

Zunita Putri - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 16:59 WIB
Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara kembali duduk di kursi terdakwa pada sidang lanjutan di persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (28/4/2021).
Juliari Batubara (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyebut tindakan mantan Mensos Juliari P Batubara seperti lempar batu sembunyi tangan dalam perkara bansos Corona Kemensos. Alasannya, Juliari menyangkal penerimaan uang Rp 32,4 miliar.

"Perbuatan terdakwa dapat dikualifikasi tidak kesatria, ibaratnya lempar batu sembunyi tangan. Berani berbuat tidak berani bertanggung jawab. Bahkan menyangkali perbuatannya," kata hakim anggota Yusuf Pranow saat membacakan surat putusan untuk Juliari Batubara di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (23/8/2021).

Selain itu, perbuatan Juliari memungut fee bansos dari penyedia tersebut dilakukan saat negara sedang darurat Corona. Padahal, saat ini grafik korupsi meningkat.

"Perbuatan terdakwa dilakukan dalam keadaan darurat bencana nonalam, yaitu wabah COVID-19. Tipikor di wilayah hukum Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat menunjukkan grafik peningkatan baik kuantitas maupun kualitasnya," ucap hakim Yusuf.

Sebelumnya, hakim juga menyampaikan poin meringankan Juliari, yakni Juliari kerap dimaki masyarakat. Menurut hakim, Juliari telah mendapat hukuman sosial yang setimpal.

"Terdakwa sudah cukup menderita dicerca, dimaki, dihina oleh masyarakat. Terdakwa telah divonis oleh masyarakat telah bersalah padahal secara hukum terdakwa belum tentu bersalah sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap," tutur hakim.

Dalam sidang ini, Juliari Batubara divonis 12 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Juliari bersalah menerima uang suap Rp 32,482 miliar berkaitan dengan bansos Corona di Kemensos.

Juliari Batubara dinyatakan melanggar Pasal 12 huruf b juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Diketahui, vonis ini lebih tinggi 1 tahun dibanding tuntutan jaksa KPK. Sebelumnya jaksa menuntut Juliari 11 tahun penjara.

Simak Video: Juliari Divonis 12 Tahun Bui, KPK: Kami Harap Ini Beri Efek Jera!

[Gambas:Video 20detik]



(zap/yld)