Hal-hal yang Dikaji Pemerintah Jelang Pengumuman Nasib PPKM Malam Ini

ADVERTISEMENT

Hal-hal yang Dikaji Pemerintah Jelang Pengumuman Nasib PPKM Malam Ini

Tim detikcom - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 17:15 WIB
Kebijakan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap diterapkan lagi di Jakarta pada hari ini, Kamis (12/8). Pemberlakuan ganjil genap mulai pukul 06.00 WIB-20.00 WIB.
Ilustrasi pembatasan mobilitas di Jakarta. (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Nasib PPKM level 2-4 di Jawa-Bali bakal diumumkan malam ini. Muncul sejumlah usulan penyesuaian aktivitas di berbagai sektor atas pertimbangan kasus COVID-19 yang mulai melandai.

Wanti-wanti Jokowi Meski Kasus Mulai Menurun

Tiga hari sebelum pengumuman nasib PPKM, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mewanti-wanti seluruh masyarakat agar tetap waspada meskipun kasus COVID-19 mulai melandai. Jokowi bahkan menyebut COVID-19 sangat sulit diprediksi.

"Saya ingin mengingatkan terlebih dahulu bahwa yang namanya COVID-19, yang namanya virus Corona, ini betul-betul sangat sulit diduga dengan kalkulasi-kalkulasi apa pun," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada Forkopimda Provinsi Jawa Timur di Madiun, Kamis (19/8).

Jokowi meminta kewaspadaan ini menjadi perhatian semua kepala daerah. Jangan sampai, kata Jokowi, kasus COVID-19 melonjak lagi.

"Tapi saya minta, tetap minta semuanya hati-hati, waspada, mengenai yang namanya COVID ini. Jangan sampai ada varian baru datang bermutasi dan kita tidak waspada. Tahu-tahu meledak menjadi jumlah yang sangat banyak. Saya harapkan, terutama yang di jajaran kabupaten/kota, bupati, dan wali kota, betul-betul semuanya mewaspadai ini," ujar Jokowi.

Hari ini Jokowi kembali menekankan mengenai pesan tersebut. Jokowi menyampaikan kabar gembira mengenai tingkat ketersediaan tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit semakin menurun, tapi Jokowi tetap mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.

"Selamat pagi. Tingkat keterisian tempat tidur di rumah-rumah sakit kian menurun, penghuni tempat-tempat isolasi mandiri semakin berkurang, tetapi kita belum tiba di akhir pandemi. COVID-19 masih menjadi ancaman yang nyata," tulis Jokowi di akun Instagram-nya, Senin (23/8/2021).

Hal-hal yang Dikaji Pemerintah

Kini kelanjutan PPKM tengah dibahas pemerintah. Kasus COVID-19 yang mulai melandai menjadi salah satu dasar pertimbangannya.

Berdasarkan informasi yang didapatkan detikcom, muncul usulan penyesuaian uji coba protokol kesehatan di sejumlah sektor.

- Mal dan Pusat Perbelanjaan

Mal diperbolehkan buka dengan kapasitas maksimal 50% dan restoran di dalam mal diperbolehkan dine in dengan kapasitas 25%. Lokasi di 20 kota/kabupaten level 4 dan semua kota di level 3.

Muncul usulan uji coba pembukaan mal diperbolehkan di Solo Raya-DIY dengan kapasitas 50% per 24 Agustus 2021. Namun pengunjung belum diperbolehkan dine in.

- Industri Orientasi Ekspor dan Domestik (Non-esensial)

Uji coba protokol kesehatan dan instalasi aplikasi PeduliLindungi untuk 100% staf dibagi minimal 2 shift sudah dilakukan. Peserta 434 perusahaan dengan total 629 ribu pekerja di mana 68% sudah divaksin dosis 1.

Muncul usulan untuk penambahan 563-683 perusahaan dengan jumlah 609-649 ribu pekerja mulai 24 Agustus 2021. Perihal pengawasannya, itu akan ditentukan oleh Kementerian Perindustrian.

- Olahraga Outdoor

Muncul usulan kompetisi Sepakbola Liga 1 mulai digelar dengan maksimal 3 pertandingan. Pekan berikutnya ditingkatkan menjadi 9 pertandingan jika prokes dan penggunaan PeduliLindungi berjalan baik.

- Transportasi

Aplikasi PeduliLindungi akan diwajibkan bagi moda transportasi kereta api, bus, hingga kapal. Aplikasi PeduliLindungi saat ini telah digunakan di bandara.

Selain itu, aplikasi PeduliLindungi direkomendasikan untuk terus diperluas dengan tersambung NAR dan Silacak di berbagai aktivitas publik. Mereka yang melanggar ketentuan itu diusulkan untuk disanksi.

Hal lain yang menjadi perhatian pemerintah yaitu peningkatan kepatuhan menggunakan masker, penguatan 3T dan akselerasi vaksinasi. Meski kasus COVID-19 mulai menurun, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan.

Poin-poin di atas tentu masih sebatas usulan yang muncul dalam rapat kabinet. Keputusan resmi mengenai hal tersebut bakal ditentukan Presiden Jokowi sebagai Panglima tertinggi penanganan COVID-19.

Lihat Video: Jelang Pengumuman PPKM, Luhut Ungkap Kasus Corona RI Turun 78%

[Gambas:Video 20detik]



(knv/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT