Curhat Warga Makassar Isoman di Kapal: Pelayanan Bagus Tapi Kebersihan Kurang

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 09 Agu 2021 12:26 WIB
KM Umsini mulai beroperasi untuk isolasi mandiri warga Makassar positif COVID-19.
Foto: KM Umsini untuk isolasi pasien positif COVID-19. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Kapal milik PT Pelni, KM Umsini sudah sepekan lamanya digunakan Pemkot Makassar untuk mengisolasi warga positif COVID-19 dengan kategori tanpa gejala atau bergejala ringan. Seorang warga yang mengikuti isolasi mandiri (Isoman) di KM Umsini, Tasya (21) menyebut pelayanan di kapal bagus, namun kebersihannya kurang.

Tasya dan adiknya mulai isoman di KM Umsini sejak pertama kali diluncurkan pada Senin (2/8) lalu. Memasuki hari ke-7, Tasya menyampaikan curahan hatinya selama menjalani isoman.

"Bagus, makanannya juga teratur, susu juga teratur, snack-snacknya juga bagus. Bagus pelayanannya," kata Tasya saat berbincang dengan detikcom, Senin (9/8/2021).

Terlepas dari pelayanan konsumsi yang baik, Tasya tetap mengaku ada kekurangan yang mengganggu para pasien selama isoman. Ini karena masalah kebersihan di atas kapal yang mengganggu kenyamanan.

"Masalah kebersihannya di sini juga kurang," ucap Tasya.

Masih Ada Kecoa di KM Umsini Meski Sudah Diklaim Diatasi

Menurut Tasya, saat pertama kali isoman ada banyak sekali kecoa di dalam kamar. Dia lagi-lagi menyinggung masalah kebersihan.

"Misalnya kebersihan dalam kamar itu banyak kecoa," ucap Tasya.

Dia mengatakan petugas kapal sudah mencari solusi dengan menyemprotkan cairan anti serangga. Namun tetap saja kecoa itu tak ada matinya.

"Lebih parah waktu pertama itu (lebih banyak kecoa) tapi mungkin ada pasien mengeluh dan sudah ditangani tetapi masih ada. Kecoa-kecoa kecil, begitu," tutur Tasya.

Fasilitas WiFi Bermasalah hingga Tagih Janji Kuota

Tasya juga mengungkapkan bahwa fasilitas yang dijanjikan tak seluruhnya berjalan baik. Salah satunya masalah WiFi.

"Cuma fasilitasnya saja yang kurang contohnya kan mau dipasangkan WiFi di sini tapi sampai sekarang tidak ada," kata Tasya.

Menurut Tasya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan 'Danny' Pomanto sempat berjanji akan membelikan kuota ke seluruh pasien isoman. Namun menurut Tasya hingga saat ini kuota pasien itu tak pernah ada.

"Cuma kemarin pas waktu senam katanya Pak Dany Pomanto katanya ini pakai kuota cuma sampai sekarang itu tidak ada," ucap Tasya.

Menurut Tasya, fasilitas internet sangat membantu bagi pasien isoman. Sebab dapat membantu mereka mengisi waktu agar tidak bosan.

"(Janji dibelikan) kuotanya. Selama ini kuota pribadi tapi ada sebagian pasien yang kuota sudah sekarang begitu eh, " ucapnya.

"Iya karena (internet) susah dan bosan sekali juga di sini sudah 1 minggu," katanya.

Pertama Kali Masuk Kamar Sangat Kotor

Tasya turut menyinggung masalah kebersihan kamar yang disebutnya sangat kotor hingga banyak kecoa.

"Kalau saya pribadi kebersihan kamarnya. Di kamarku itu sudah berapa kali disemprotkan supaya kecoa hilang tetapi tetap masih ada," kata Tasya.

Dia mengaku tidak tahu mengapa masalah kecoa itu tak kunjung selesai. Namun Tasya mengatakan kondisi kamarnya memang sangat kotor, terutama saat pertama kali isoman.

"Tidak tahu karena waktu pertama kali pun juga kamarnya kotor sekali. Kayak tidak dibersihkan bahkan saya yang bersihkan sama adekku," katanya.

Namun Tasya juga menyampaikan, pihak kapal juga telah berusaha membuat para pasien nyaman.

"Sudah dibersihkan tapi kalau tidak salah petugasnya dari kapalnya kayaknya. Karena bukan orang sini, dibersihkan dari kapalnya memang," pungkas Tasya.

(hmw/nvl)