ADVERTISEMENT

Round-Up

Klaim Jakarta Penuhi Herd Immunity Dikritisi Pakar Epidemiologi

Tim detikcom - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 07:46 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Foto: Getty Images/loops7

Dikritik Epidemilogi

Dilihat melalui laman corona.jakarta.go.id per Minggu (22/8/2021) vaksinasi DKI Jakarta telah mencapai 9.319.191 untuk dosis pertama. Sedangkan persentase capaian untuk dosis pertama mencapai 104,2%.

Kemudian untuk dosis kedua telah mencapai 4.762.907. Persentase capaian vaksin dosis kedua mencapai 53,3%.

Epidemiolog dari Griffith University, Australia, Dicky Budiman menuturkan, meski capaian vaksin di Jakarta tinggi namun herd immunity masih jauh untuk dicapai.

Dia menegaskan herd immunity masih belum bisa dipastikan kapan akan terbentuk. Menurutnya, herd immunity masih jauh.

"Bicara herd immunity saat ini masih di ujung waktu yang belum tahu kapan," ujarnya.

Dia mengapresiasi kinerja tim dalam mengendalikan pandemi di DKI Jakarta. Namun, dia menyebut istilah herd immunity tak bisa dipakai.

"Kita apresiasi kinerja tim dalam mengendalikan pandemi DKI Jakarta ini, tapi untuk memakai kata herd immunity harus saya luruskan itu nggak bisa. Dunia ini meskipun dengan vaksin yang memiliki efikasi tinggi pada Delta varian itu belum bisa menjamin. Apalagi di Indonesia," ungkapnya.

Guru besar bidang sosiologi bencana dari Universitas Teknologi Nanyang Singapura, Prof Sulfikar Amir, juga meluruskan pernyataan Wagub Riza. Dia mengingatkan agar Pemprov DKI berhati-hati memakai istilah herd immunity. Sebab, penggunaan istilah ini bisa misleading.

"Cuma saya ingin beri semacam peringatanlah. Khususnya pernyataan yang menyebut Jakarta sudah memenuhi herd immunity. Karena ini sebenarnya agak misleading karena konsep herd immunity itu sangat kompleks," katanya.

"Dan vaksin yang dipakai itu belum menjamin tercapainya herd immunity dengan cakupan yang dicapai Jakarta," sambungnya.

Dia mengingatkan bahwa istilah herd immunity yang dipakai oleh pemerintah DKI Jakarta bisa menjadi jebakan. Pemakaian istilah tersebut bisa membuat DKI Jakarta seolah-olah aman, padahal tidak.

"Ada baiknya pemerintah DKI tidak menggunakan istilah herd immunity karena ini bisa menjadi semacam jebakan. Karena akan mendorong efuoria di masyarakat. Seakan-akan DKI karena sudah mencapai herd immunity itu aman, padahal sebenarnya tidak," ungkapnya.


(idn/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT