Alasan Pemobil Fortuner Pelat Polri Lawan Arus: Tak Tahu Jalan-Ikuti Motor

Rakha Ariyanto Darmawan - detikNews
Minggu, 22 Agu 2021 23:32 WIB
Fortuner berpelat Polri diamankan (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom).
Foto: Fortuner berpelat Polri diamankan (Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom).
Jakarta -

Pengemudi mobil Fortuner berinisial AS yang lawan arus dan tabrak dua pemobil di Jakarta Selatan kini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi. AS mengaku melawan arus lantaran tidak tahu jalan hingga ikut-ikutan motor.

Diketahui, AS awalnya mengikuti arah yang diberikan oleh google maps, namun arah tersebut salah. Kemudian, AS mengikuti seorang pemotor yang turut melawan arus.

"Melawan arah karena yang pertama, dia tidak tahu jalan. Awalnya mengikuti google maps tetapi kemudian salah, kemudian mengikuti sepeda motor yang di depannya," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Sambodo Purnomoyogo kepada wartawan, Minggu (22/8/2021).

"Jadi sepeda motor di depannya melawan arah, dia ngikut. Sehingga kemudian dia melawan arah," imbuhnya.

Sebelumnya, polisi mengungkap sosok pengemudi mobil Fortuner berpelat dinas Polri yang videonya viral di medsos karena melawan arah dan menabrak pemobil lainnya. Pengemudi berinisial AS tersebut merupakan sopir dari anggota Polri.

"Pelaku bukan anggota polri, di KTP nya yang bersangkutan pelajar atau mahasiswa. Tetapi saat ini yang bersangkutan bekerja sebagai sopir dari pemilik kendaraan. Pemiliknya anggota Polri aktif," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Sambodo Purnomoyogo kepada wartawan saat konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Minggu (22/8/2021).

AS menggunakan pelat dinas Polri pada mobil Fortuner tersebut tanpa sepengetahuan sang pemilik kendaraan. Selain itu, diketahui pelat dinas Polri tersebut sudah tidak dapat digunakan karena tidak diperpanjang masa berlakunya.

"Pelat nomor kemudian diganti dengan pelat nomor dinas ini yg dia temukan di garasi tanpa sepengetahuan atau seizin pemilik," ujar Sambodo.

Sambodo menuturkan, AS menggunakan pelat dinas Polri tersebut dengan alasan agar merasa aman. Sambodo mengatakan, pihaknya masih akan terus mendalami alasan AS menggunakan pelat tersebut.

"Karena yang bersangkutan mungkin merasa takut, supaya aman lah, takut sama petugas, masyarakat dan sebagainya. Motif ini masih kami dalami lagi," kata Sambodo kepada wartawan, Minggu (22/8/2021).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.



Simak Video "Pengemudi Mobil Fortuner Berpelat Dinas Ternyata Sopir Anggota Polri"
[Gambas:Video 20detik]