Dicopot, Kapolsek di NTT Aniaya Warga Usai Berselisih di Tempat Biliar

Antara News - detikNews
Minggu, 22 Agu 2021 17:45 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi garis polisi (Foto: Rachman Haryanto)
Jakarta -

Kapolsek di Kecamatan Rote Barat, NTT berinisial JSB dicopot karena diduga menganiaya warga. Peristiwa penganiayaan itu bermula saat JSB berselisih di tempat biliar.

Dilansir dari Antara, Minggu (22/8/2021), peristiwa itu bermula pada Jumat (20/8). JSB saat itu sedang melakukan aktivitas main biliar yang bertempat di seputaran Simpang Utomo, Kecamatan Lobalain, Rote Ndao. Pelaku kemudian diduga berselisih paham dengan korban.

Selanjutnya pelaku menganiaya korban tersebut. Akibat kekerasan fisik tersebut, wajah korban dan badan mengalami memar. Kasus ini pun telah dilaporkan oleh korban ke Polres Rote Ndao guna diproses secara hukum.

Polda NTT langsung bergerak. JSB langsung dicopot dan diperiksa intensif.

"Anggota yang berinisial JSB yang bertugas di Polsek Rote Barat Daya tersebut telah dicopot dari jabatannya dan disel dalam pemeriksaan intensif oleh Sie Propam Polres Rote Ndao," kata Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna B kepada wartawan, di Kupang, Minggu, berkaitan dengan perkembangan penyelidikan kasus penganiayaan oleh seorang anggota Polri terhadap warga di desa tersebut, seperti dilansir Antara, Minggu (22/8/2021).

Rishian mengatakan selain pelaku yang diperiksa, korban yang dianiaya juga diperiksa oleh pihak kepolisian untuk mendapatkan keterangan.

Dia menambahkan, Polda NTT khususnya Polres Rote Ndao akan bersikap tegas kepada setiap anggota yang melakukan pelanggaran, baik pelanggaran disiplin, kode etik, apalagi pidana.

"Beberapa anggota telah dilakukan pemeriksaan karena melakukan pelanggaran disiplin, kode etik maupun pidana dan sudah ada yang diberhentikan dengan tidak hormat alias dipecat. Di internal ada dua, sidang disiplin dan sidang kode etik. Sanksi maksimal kode etik yakni pemecatan tidak dengan hormat (PTDH)," kata Rishian.

(knv/gbr)