Gerindra Kritik Remisi Djoko Tjandra: Rusak Citra Pemerintah, Batalkan

Athika Rahma - detikNews
Minggu, 22 Agu 2021 11:26 WIB
Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra bersalah melakukan tindak pidana korupsi di kasus suap red notice dan fatwa Mahkamah Agung (MA). Djoko Tjandra divonis 4 tahun dan 6 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.
Foto: Djoko Tjandra (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Partai Gerindra meminta pemerintah membatalkan pemberian remisi kepada terpidana kasus korupsi Djoko Tjandra. Gerindra menilai pemberian remisi untuk Djoko Tjandra merusak citra pemerintah.

"Pemberian remisi kepada Djoko Tjandra benar-benar bisa merusak citra pemerintah. Publik pasti mempertanyakan mengapa Djoko Tjandra sebagai salah satu terpidana korupsi yang kontroversial karena pernah melarikan diri sekian lama justru mendapatkan remisi," ujar Waketum Partai Gerindra Habiburokhman dalam keterangannya, Minggu (22/8/2021).

Anggota Komisi III DPR RI juga mempertanyakan dasar pemberian remisi tersebut, terlebih pemohonan justice collaborator Djoko Tjandra ditolak majelis hakim. Untuk diketahui, dalam Pasal 34A Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99 Tahun 2012 diatur bahwasanya narapidana harus menjadi justice collaborator untuk dapat remisi.

Justice collaborator sendiri merupakan terpidana yang bersedia bekerja sama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar tindak pidana yang dilakukannya.

"Kita tahu bahwa di persidangan, hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menolak permohonan Djoko Tjandra untuk menjadi justice collaborator, karena dia tidak mengakui perbuatannya," katanya.

Oleh karenanya, lanjut Habiburokhman, pemberian remisi tersebut tidak tepat dan harus dibatalkan, minimal dievaluasi kembali.

"Kami sarankan pemberian remisi tersebut dibatalkan atau setidaknya dievaluasi. Jangan sampai kerja keras dan prestasi aparat penegak hukum mengusut ribuan perkara korupsi di era pemerintahan Jokowi ini ternoda dengan remisi seorang terpidana korupsi," katanya.

Sebelumnya, Djoko Tjandra tercatat mendapatkan remisi saat peringatan 17 Agustus kemarin. Kalapas Salemba Yosafat Rizanto mengkonfirmasi bahwa Djoko Tjandra mendapatkan remisi pengurangan masa hukuman 2 bulan.

(zak/zak)