Pengusaha Misterius di Sumut Sumbang Kebutuhan COVID Miliaran Rupiah

Ahmad Fauzi Manik - detikNews
Sabtu, 21 Agu 2021 21:18 WIB
Seorang pengusaha misterius menyumbang kebutuhan pasien COVID-19 senilai miliaran rupiah untuk warga di Labuhanbatu, Sumut (Ahmad FIM/detikcom)
Seorang pengusaha misterius menyumbang kebutuhan pasien COVID-19 senilai miliaran rupiah untuk warga di Labuhanbatu, Sumut. (Ahmad FIM/detikcom)
Labuhanbatu -

Seorang pengusaha menyumbang kebutuhan medis untuk kampung halamannya. Bantuan untuk penanganan COVID-19 itu diperkirakan nilainya miliaran rupiah.

Pengusaha tersebut memilih merahasiakan identitasnya. Dia cuma mengakui lahir dan besar di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut).

Bantuan kebutuhan medis tersebut ditampung di Vihara Buddha Jayanti Rantauprapat. Pengirimannya dilakukan dalam beberapa tahap. Pengiriman tahap pertama telah sampai beberapa hari yang lalu.

Menurut pengurus Vihara, dalam pengiriman pertama ini pihaknya telah menerima 28 ribu butir Favipiravir, 30 ribu rapid test, 50 unit oxygen concentrator serta barang lainnya, yang nilainya berkisar Rp 4-5 miliar.

Selanjutnya barang kebutuhan medis tersebut disalurkan ke berbagai lembaga. Secara simbolis penyerahan dilakukan kepada Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan.

"Secara simbolis penyerahan dilakukan ke kami. Itu sebagai bentuk polisi akan berperan sebagai pengawas transparansi penggunaan bantuan ini," kata AKBP Deni Kurniawan saat dimintai konfirmasi Sabtu (21/8/2021).

Deni mengatakan sumbangan ini berasal dari pengusaha yang menamakan gerakannya ini dengan Indonesia Pasti Bisa. Deni menyebut sumbangan ini bernilai miliaran rupiah.

Seorang pengusaha misterius menyumbang kebutuhan pasien COVID-19 senilai miliaran rupiah untuk warga di Labuhanbatu, Sumut (Ahmad FIM/detikcom)Selain obat, bantuan berupa alat kesehatan hingga ambulans diberikan. (Ahmad FIM/detikcom)

"Nilai sumbangannya ini miliaran rupiah. Ini saja oxygen concentrator harga per unitnya Rp 18 juta. Dan yang sudah sampai ada 50 unit," katanya.

Sumbangan ini akan diberikan kepada dinas kesehatan di tiga kabupaten hasil pemekaran Labuhanbatu. Termasuk ke Kodim dan ke PMI. Untuk teknisnya akan diserahkan ke dinas kesehatan masing-masing kabupaten.

Deni juga mengatakan donatur misterius tersebut bersedia membantu secara total untuk penanganan pandemi di Labuhanbatu.

"Termasuk juga nanti misalnya kalau ada tempat perawatan terpadu, donatur ini bersedia membantu mendatangkan tenaga medis dan menanggung biaya makan pasien," ujarnya.

Pengurus Vihara Jayanti Rantauprapat, Acun, mengatakan jenis kebutuhan medis tersebut antara lain masker, alat pelindung diri (APD), obat-obatan berbagai jenis, alat tes antigen (PCR), tabung oksigen, pulse oxymeter, oxygen concentrator, dan sebagainya. Termasuk beberapa unit mobil ambulans yang sedang dalam perjalanan.

"Ini belum semua barangnya kita terima. Masih ada yang di perjalanan. Karena itu nggak usahlah saya sebutkan nilainya," Kata Acun.

Acun menjelaskan tidak semua barang bantuan ini sifatnya pemberian cuma-cuma. Beberapa di antaranya merupakan pinjam pakai, yang di kemudian hari harus dikembalikan ke Vihara Buddha Jayanti.

"Perlu saya tegaskan, beberapa barang ini ada yang sifatnya pinjam pakai. Nanti saat pandemi sudah teratasi harus dikembalikan ke Vihara. Biar Vihara yang nanti akan mengelolanya untuk tujuan sosial," kata Acun.

Barang tersebut antara lain oxygen concentrator, tabung oksigen, oxymeter, dan beberapa barang lainnya. Termasuk lima unit mobil ambulans yang akan dipinjamkan ke masing-masing kabupaten dan PMI.

Ketua PMI Labuhanbatu Muhammad Rusli mengatakan, meski sifatnya pinjam pakai, beberapa bantuan sangat membantu untuk penanganan pandemi ini. Rusli juga mengatakan PMI akan menggunakan bantuan dengan sebaik-baiknya.

"Kita merasa sangat berterima kasih. Dan karena kita merupakan lembaga kemanusiaan, kita akan transparan dalam pemanfaatannya, termasuk nanti laporan pertanggungjawabannya yang berlapis," kata Rusli.

(jbr/jbr)