Bamsoet Puji Peluncuran Animasi Butir-Butir Pancasila dari AKKI

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 21 Agu 2021 21:10 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi diluncurkannya Animasi Butir-Butir Pancasila yang digagas generasi muda bangsa dalam gerakan kebangsaan 'Aku, Kamu, Kita, Indonesia' (AKKI). Menurutnya, sebagai sebuah platform kebangsaan, kehadiran AKKI adalah bukti nyata masih ada generasi muda bangsa yang peduli untuk menjaga, merawat, dan memperjuangkan kelestarian nilai-nilai kebangsaan.

"AKKI yang didirikan oleh dua orang pelajar SMA berprestasi dari Jakarta Intercultural School, yaitu Effan Audi Khalif dan Ignazio Marco Widodo, juga menjadi bukti nyata bahwa perbedaaan latar belakang tidak menjadi penghalang bagi bersatunya visi kebangsaan. Keberagaman bukanlah menyediakan celah yang memisahkan, tetapi justru memberikan ruang untuk saling mengisi, dan pada akhirnya menyatukan," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (21/8/2021).

Ketua DPR RI ke-20 ini mengingatkan di tengah himpitan beragam persoalan yang dihadapi di masa pandemi, masih ada persoalan yang tidak kalah pelik, yaitu tergesernya nilai-nilai kearifan lokal dan jati diri bangsa, khususnya di kalangan generasi muda.

Dia menuturkan arus globalisasi yang sedemikian deras menawarkan berbagai faham dan nilai-nilai yang tidak selaras dengan jati diri keIndonesiaan. Seperti gaya hidup hedonis, individualis, egois, dan pragmatis, yang telah mereduksi semangat kebangsaan dari sebagian generasi muda bangsa Indonesia.

"Kita patut prihatin bahwa menurut survei yang dilakukan oleh Komunitas Pancasila Muda pada akhir Mei 2020, tercatat 19,5 persen responden generasi muda menganggap Pancasila hanya ada di ruang utopia, yaitu sekedar istilah yang tidak dipahami maknanya," jelasnya pada saat peluncuran Animasi Butir-Butir Pancasila secara daring di Jakarta.

"Padahal sebagai pandangan hidup dan ideologi bangsa, kehadiran Pancasila seharusnya dapat dirasakan dalam setiap denyut nadi dan tarikan nafas kehidupan masyarakat. Ia harus diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata, agar tidak menjadi konsep yang hanya hidup di awang-awang, atau hanya menjadi hapalan rumusan sila-sila di luar kepala," imbuh Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menilai peluncuran Animasi Butir-butir Pancasila setidaknya mengisyaratkan tiga pesan penting. Pertama, menggugah kembali memori kolektif bangsa akan adanya satu tekad kebangsaan yaitu Eka Prasetya Pancakarsa. Satu tekad yang tunggal untuk melaksanakan lima kehendak, yang mewujud pada lima sila Pancasila.

Kedua, kata dia, membangun kesadaran bahwa untuk menghadirkan nilai-nilai Pancasila dalam ruang realita, memerlukan nilai-nilai yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan. Ketiga, mendorong lahirnya inovasi dalam pemasyarakatan nilai-nilai Pancasila, sehingga dapat beradaptasi dengan kebutuhan dan dinamika zaman.

"Yang harus kita ingat bersama adalah, bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila harus dilandasi, dan didahului oleh proses pemahaman dan penghayatan. Idealnya, pengamalan nilai-nilai Pancasila lahir dari kesadaran dan komitmen, dan bukan dari proses pembelajaran yang dipaksakan bersifat dogmatis. Dengan demikian, implementasi dan revitalisasi nilai-nilai luhur Pancasila dapat lebih membumi dan nyata," pungkasnya.

(ncm/ega)