Jelajahi Kekayaan Kuliner Khas Nusantara di Rumah Digital Indonesia

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Agu 2021 16:30 WIB
warung ikan bakar
Salah satu kuliner Nusantara berbahan ikan: Ikan Bakar Jingkrak Bengkulu (Fitraya/detikTravel)
Jakarta -

Indonesia tak hanya memiliki kekayaan alam, tetapi juga kuliner. Tiap-tiap daerah memiliki kuliner khas masing-masing.

Bahan makanan yang sama bahkan bisa diolah menjadi beragam menu yang khas. Misalnya, banyak sajian khas nusantara berbahan utama ikan.

DiSumatera, ikan banyak diolah menjadi gulai, seperti gulai ikan patin khas Riau dan Jambi. Uniknya, di Jambi, ikan patin tersebut dimasak dengan tempoyak, yakni daging durian yang difermentasi, lalu disajikan dengan kuah gulai penuh rempah. Selain itu, Jambi juga punya gulai lain yang berbahan utama ikan gabus.

Kuliner Nusantara berbahan ikan (dok Istimewa)Kuliner Nusantara berbahan ikan dari Maluku Utara: Gohu Ikan (dok Istimewa)

Sementara itu, Lampung dikenal dengan kuliner gulai taboh dengan bahan utama juga ikan. Ikan ini melalui proses pengasapan terlebih dahulu sebelum dimasak menjadi gulai taboh. Selain gulai, makanan khas Lampung yang berbahan dasar ikan adalah seruit. Seruit dibuat dari ikan yang dibakar, kemudian dicampur dengan bawang merah, cabai, terasi, garam, gula putih, mangga kweni, dan tomat. Seruit selalu disajikan dalam perayaan acara besar seperti pernikahan dan acara adat.

Sementara di Sumatera Selatan dan Kepulauan Riau, ikan diolah dalam bentuk lain. Sumatera Selatan sudah tentu terkenal dengan pempeknya yang terbuat dari ikan dicampur tepung tapioka dan bumbu lain. Ada pula tekwan yang terbuat dari ikan dan sagu, dibentuk bulat kecil, lalu disajikan dengan pelengkap seperti bihun, jamur, dan bawang. Sedangkan di Kepulauan Riau, ada otak-otak yang terbuat dari ikan tenggiri yang dihaluskan dan dicampur rempah-rempah, lalu dibungkus daun pisang dan dibakar.

Selain Sumatera, Sulawesi juga punya banyak makanan khas yang berbahan utama ikan, lho. Di Gorontalo, ada bilenthango dengan bahan utama ikan mujair yang dibelah dua, kemudian dibungkus daun pisang hingga rapat, lalu dibakar atau digoreng. Setelah matang, ikan mujair disiram kuah rempah.

Ikan juga bisa dibuat sup seperti di Sulawesi Tengah, yakni sup ikan jantung pisang. Sup ini terbuat dari ikan kakap yang dimasak dalam kuah berempah, ditambah tomat, cabai, dan irisan jantung pisang. Makanan khas Palu ini punya cita rasa pedas, asam, dan segar.

Sementara di Sulawesi Tengah, ikan diolah menjadi lalampa. Bentuknya seperti lemper, tetapi berisi daging ikan cakalang. Selain dikukus seperti lemper, lalampa terasa nikmat jika dibakar, lho.

Kuliner Nusantara berbahan ikan (dok Istimewa)Kuliner Nusantara berbahan ikan dari Lampung: Seruit (dok Istimewa)

Kemudian, ada kudapan sambosa dari Sulawesi Barat. Sambosa berbentuk segitiga dengan kulit yang renyah dan isian ikan tuna giling berbumbu yang gurih.

Kuliner dari ikan juga bisa ditemui di Maluku dan Maluku Utara. Di Maluku Utara ada kuliner khas bernama gohu ikan, yakni ikan mentah yang ditaburi bawang merah, cabai rawit, kenari, dan daun balakama. Agar tidak bau amis saat dimakan, ikan mentah tersebut dilumuri jeruk cui dan garam.

Sementara di Maluku ada kuliner ikan asar, ikan yang diasapi di atas bara selama 4-5 jam agar seluruh bagian ikan matang sempurna. Ikan asar biasanya berbahan ikan cakalang, ekor kuning, dan tongkol. Ikan asar juga jadi makanan khas Papua, lho.

Bagaimana? Membayangkannya saja sudah terasa nikmat bukan?

Selain sajian berbahan ikan, masih banyak makanan khas nusantara yang menggugah selera. Kamu bisa mengetahui berbagai jenis kuliner khas nusantara di Rumah Digital Indonesia, yakni di "Petualangan Nusantara & Wajah Indonesia".

Di sana, kamu bisa melihat kekayaan kuliner nusantara, lalu mencatatnya agar bisa kamu nikmati saat berwisata ke daerah tersebut setelah pandemi nanti.

Selamat berselancar melihat-lihat kekayaan kuliner nusantara dan membayangkan kenikmatannya!

(jbr/hri)