Mengapa Orang yang Sedang Haid Tidak Boleh Sholat dan Puasa? Ini Jawabannya

Rosmha Widiyani - detikNews
Sabtu, 21 Agu 2021 08:54 WIB
ilustrasi haid
Foto: iStock/Mengapa Orang yang Sedang Haid Tidak Boleh Sholat dan Puasa? Ini Jawabannya.
Jakarta -

Dalam Islam, orang yang sedang haid tidak boleh sholat dan puasa. Aturan ini mungkin menimbulkan pertanyaan, karena orang yang sedang haid masih bisa melakukan dua ibadah tersebut.

Mengapa orang yang sedang haid tidak boleh sholat dan puasa?

Dikutip dari situs Muhammadiyah, ada batasan ibadah untuk perempuan dewasa dalam Islam. Sejak kali pertama haid, yang menjadi indikator baligh, perempuan menjadi terikat dengan hukum agama (mukallaf).

"Salah satu ketentuan yang berlaku adalah periode haid dianggap dalam keadaan berhadas sehingga ia dilarang melakukan ibadah-ibadah tertentu seperti sholat dan puasa," tulis laman organisasi Islam tersebut.

Muhammadiyah yang mengutip ulama besar Wahbah Zuhaili menulis, bahasan tentang haid dan puasa telah menjadi konsensus ulama (ijma'). Perempuan haram puasa saat sedang haid dan wajib menggantinya di bulan lain untuk Ramadhan.

Larangan puasa bagi perempuan haid tidak disebutkan dengan jelas dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 184-185. Namun umat Islam bisa melihat aturan ini dalam hadits yang dinarasikan Aisyah RA,

مَا بَالُ الْحَائِضِ تَقْضِى الصَّوْمَ وَلاَ تَقْضِى الصَّلاَةَ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ قُلْتُ لَسْتُ بِحَرُورِيَّةٍ وَلَكِنِّى أَسْأَلُ. قَالَتْ كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ.

Artinya: "Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha' puasa dan tidak mengqadha' sholat?" Maka Aisyah menjawab, "Apakah kamu dari golongan Haruriyah?" Aku menjawab, "Aku bukan Haruriyah," akan tetapi aku hanya bertanya. Dia menjawab, "Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha' puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha' sholat." (HR Muslim).

Selain puasa, haid juga melarang perempuan melakukan sholat wajib dan sunnah. Aturan ini tertulis jelas dalam hadits yang dinarasikan Fathimah bintu Abi Hubaisy RA,

فَإِذَا أَقبَلَتْ حَيضَتُكِ فَدَعِي الصَّلاَةَ، وَإِذَا أَدبَرَتْ فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ ثُمَّ صَلِّي

Artinya: "Apabila datang masa haidmu, tinggalkanlah shalat; dan jika telah berlalu, mandilah kemudian shalatlah." (HR Bukhari).

Namun berbeda dengan puasa, perempuan yang sedang haid tak perlu mengqadha atau mengganti sholatnya di waktu lain. Ketentuan ini juga terdapat dalam hadits dari Mu'adzah, saat ada permepuan yang bertanya pada Aisyah RA,

أَتَجْزِى إِحْدَانَا صَلاَتَهَا إِذَا طَهُرَتْ فَقَالَتْ أَحَرُورِيَّةٌ أَنْتِ كُنَّا نَحِيضُ مَعَ النَّبِىِّ - صلى الله عليه وسلم - فَلاَ يَأْمُرُنَا بِهِ . أَوْ قَالَتْ فَلاَ نَفْعَلُهُ

Artinya: "Apakah kami perlu mengqodho' shalat kami ketika suci?" Aisyah menjawab, "Apakah engkau seorang Haruri? Dahulu kami mengalami haid di masa Nabi SAW masih hidup, namun beliau tidak memerintahkan kami untuk mengqodho'nya. Atau Aisyah berkata, "Kami pun tidak mengqodho'nya." (HR Bukhari).

Dengan penjelasan ini, semoga pertanyaan mengapa orang yang sedang haid tidak boleh sholat dan puasa bisa terjawab. Meski dilarang sholat dan puasa, para muslimah masih bisa melakukan ibadah lain yang bisa dilakukan saat haid.

(row/erd)