Round-Up

Kala Mural 'Wabah Sesungguhnya Adalah Kelaparan' Dihapus di Mana-mana

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Agu 2021 08:01 WIB
Mural bertuliskan Wabah Sebenarnya Adalah Kelaparan juga muncul di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Mural tersebut telah dihapus Satpol PP. (dok Istimewa)
Foto: Mural bertuliskan 'Wabah Sebenarnya Adalah Kelaparan' juga muncul di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel). Mural tersebut telah dihapus Satpol PP. (dok Istimewa)
Jakarta -

Mural 'Wabah Sesungguhnya Adalah Kelaparan' jadi salah satu yang belakangan ramai dibahas. Mural ini bahkan ditemukan hanya tak di satu lokasi.

Sama seperti mural yang lain, mural 'Wabah Sesungguhnya Adalah Kelaparan' juga dihapus.

Mural 'Wabah Sesungguhnya Adalah Kelaparan' setidaknya ditemukan di dua lokasi yakni Tangerang, Banten dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Mural di Tangerang

Mural 'Wabah sesungguhnya Adalah Kelaparan' sempat muncul di Ciledug, Tangerang, Banten. Mural tersebut sudah dihapus aparat.

"Iya benar (dihapus)," ujar Camat Ciledug Syarifuddin kepada wartawan, Kamis (19/8/2021).

Mural 'wabah sesungguhnya adalah kelaparan' di Ciledug (Dok istimewa)Mural 'wabah sesungguhnya adalah kelaparan' di Ciledug (Dok istimewa)

Mural tersebut berada di sebuah pintu seng yang terletak di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Ciledug, Kota Tangerang. Mural itu dihapus pada Selasa (17/8).

Syariffudin mengatakan mural itu dihapus karena tidak ada izin. Kemudian, mural 'wabah sesungguhnya adalah kelaparan' dinilai melanggar etika.

"(Mural berada di) lahan orang, pintu masuk gerbang orang. Ya kita boleh berinovasi, berkreasi tapi kan harus tempatnya yang benar. Jangan di lahan orang di pintu masuk orang," ujar Syarifuddin.

Simak video 'Heboh Mural 'Colek' Negara: Karyanya Dihapus, Pembuatnya Diburu':

[Gambas:Video 20detik]



Mural di Banjarmasin

Mural bertulisan 'Wabah Sebenarnya Adalah Kelaparan' juga muncul di Kota Banjarmasin, Kalsel. Mural tersebut telah dihapus Satpol PP.

Mural 'Wabah Sebenarnya Adalah Kelaparan' itu ada di Jalan RE Martadinata, Banjarmasin. Satpol PP menghapus mural itu pada Rabu (18/8) malam.

"Tulisan yang ditulis oknum tidak dikenal ini langsung kami hapus. Malam Kamis sudah dilakukan penghapusan dan dilakukan pengecatan ulang," kata Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin, Jumat (20/8).

"Semata-mata untuk mencegah kesalahan persepsi dan menimbulkan multitafsir," tambahnya.

Muzaiyin mengatakan mural tersebut dihapus juga untuk membersihkan ruang publik dari coret-coretan yang dinilai merusak keindahan tata kota. Diketahui, lokasi mural tersebut juga tak jauh dari Balai Kota Banjarmasin.

Dia mengatakan pihaknya tidak menghalangi warga untuk berekspresi. Namun dia mengingatkan untuk sama-sama menjaga keindahan kota maupun fasilitas ruang publik.

"Harapan kita ruang publik dan fasilitas umum lainnya dipelihara dengan baik dan terbebas dari aksi corat-coret, terutama hal-hal yang berkaitan menimbulkan kesalahan persepsi. Intinya kami berharap ada kepedulian warga kota untuk menjaga keindahan dan kenyamanan kota kita juga," sambungnya.

(jbr/idh)