Round-Up

Sederet Penghargaan Bikin Kivlan Zen Hanya Dituntut Bui 7 Bulan

Tim Detikcom - detikNews
Jumat, 20 Agu 2021 22:38 WIB
Kivlan Zen menjalani sidang lanjutan kasus kepemilikan senpi ilegal dan peluru tajam di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu (29/1/2020). Kali ini Kivlan hadir dengan mamakai baret warna hijau.
Kivlan Zen mengenakan baret hijau di sidang senpi ilegal (Agung Pambudhy/detikcom)

Dituntut 7 Bulan, Kivlan Zen: Kalau Salah, Pasti Hukumannya Berat!

Kivlan Zen dituntut 7 bulan penjara terkait kasus kepemilikan senjata api (senpi) ilegal. Kivlan menilai tuntutan jaksa itu hanya formalitas untuk menyatakan dia bersalah.

"Jaksa tidak bisa mengatakan saya terbukti bersalah. Kalau saya benar bersalah, pasti hukumannya berat. Ada menyuruh segala macam hukuman berat, hukuman mati, seumur hidup, minimal 20 tahun. Berarti keraguan jaksa bahwa fakta-fakta dan data semuanya tidak nyatu," ujar Kivlan seusai sidang tuntutan di PN Jakpus, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Jumat (20/8/2021).

"Kalau memang benar, tuntut saja mati, seumur hidup, minimal 20 tahun sesuai ancaman hukuman. Ini cuma 7 bulan, cuma ini secara formallah saya bersalah, 7 bulan karena saya sudah ditahan," ucap Kivlan.

Kivlan mengaku tidak pernah menyuruh atau turut serta dalam kepemilikan senpi itu. Dia mengatakan semua akan dibuktikan dalam sidang pleidoi nanti.

Kivlan juga mengaku tidak menyalahkan siapa pun dan menerima kejadian ini. Dia juga mengaku tidak memiliki dendam kepada siapa pun.

"Tapi nggak apa-apa, saya nggak menyalahkan siapa pun, keadaan memang situasi politik pada tanggal 21-22 Mei yang kerusuhan dicari siapa yang punya senjata nembak. Kebetulan yang tertangkap disatu-satukan sama saya. Saya tidak dendam dengan siapa pun, tidak dendam dengan jaksa atau polisi. Ini kondisional politik, saya menerima keadaan ini," tutur Kivlan.

Dalam perkara ini, Kivlan didakwa atas kepemilikan senjata api (senpi) ilegal dan peluru tajam. Senpi dan peluru dibeli dari sejumlah orang tanpa dilengkapi surat.

Perbuatan Kivlan Zen, menurut jaksa, dilakukan bersama-sama dengan Helmi Kurniawan (Iwan), Tajudin (Udin), Azwarmi, Irfansyah (Irfan), Adnil, Habil Marati, dan Asmaizulfi alias Vivi.

Kivlan Zen didakwa dengan Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 juncto Pasal 56 ayat (1) KUHP.

Dalam surat dakwaan, jaksa mengungkap pembelian senpi ilegal alias tanpa disertai dokumen dari pihak berwenang, yakni:

- 1 pucuk senpi jenis Revolver merk Taurus kaliber 38 mm
- 1 pucuk senpi laras pendek jenis Mayer warna hitam kaliber 22 mm
- 1 pucuk senpi laras pendek jenis Revolver kaliber 22 mm beserta 4 butir peluru
- 1 pucuk senjata api laras panjang rakitan kaliber 22 mm.


(yld/yld)