Round-Up

Penerbangan Perdana Pesawat Kepresidenan Usai Berganti Warna

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 20:11 WIB

Kontroversi Cat Pesawat Kepresidenan

Keputusan pemerintah mengecat ulang pesawat kepresidenan menjadi merah putih sempat menuai kontroversi. Yang mempersoalkan cat baru pesawat kepresidenan itu di antaranya adalah PKS dan Demokrat.

Ada sejumlah alasan yang dikemukakan oleh pihak yang mengkritik. Salah satunya, pengecatan ulang pesawat kepresidenan dianggap hanya membuang-buang uang negara karena tidak urgen di saat pandemi.

"Sekarang pesawat kepresidenan berwarna merah. Entah maksudnya apa, bisa warna bendera, bisa juga Corona. Dulu biru. Desain dan warna karya seorang mayor desainer di TNI AU," kata Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief kepada wartawan, Selasa (3/8/2021).

Jokowi Menuruni Tangga Pesawat KepresidenanPesawat Kepresidenan Indonesia-1 sebelum dicat ulang (M Agung Rajasa/ANTARA)

Andi Arief menyebutkan alasan pesawat kepresidenan dicat biru. Bahkan Andi Arief sampai membawa-bawa judul lagu yang dipopulerkan oleh salah satu band ternama di Tanah Air.

"Dominasi biru langit adalah upaya peningkatan keamanan penerbangan, sebagai warna kamuflase saat terbang," kata Andi Arief.

"Menghapus jejakmu, kata Ariel," kata Andi Arief.

Penjelasan Istana

Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono pengecatan pesawat BBJ-2 ini sudah direncanakan sejak 2019. Pengecatannya terkait dengan perayaan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 2020.

"Proses pengecatan merupakan pekerjaan satu paket dengan heli Super Puma dan pesawat RJ," kata dia dalam keterangannya, Selasa (3/8/2021).

Heru menyebutkan, pada 2019, pesawat BBJ-2 belum masuk jadwal perawatan rutin. Jadi yang dicat lebih dulu adalah heli Super Puma dan pesawat RJ. Dia mengatakan perawatan rutin ini memiliki interval waktu yang sudah ditetapkan dan harus dipatuhi, sehingga jadwal perawatan ini harus dilaksanakan tepat waktu. Untuk perawatan rutin pesawat BBJ-2 jatuh pada 2021 merupakan perawatan C check sesuai rekomendasi pabrik.

"Maka tahun ini dilaksanakan perawatan sekaligus pengecatan yang bernuansa merah-putih sebagaimana telah direncanakan sebelumnya. Waktunya pun lebih efisien karena dilakukan bersamaan dengan proses perawatan," jelas dia.


(zak/zak)