Cerita Warga Sulit Buka Rekening Bank karena Nama Unik: IP dan NA70

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 19:30 WIB
Mulai 1 Juni 2021, transaksi di ATM Link/Bank Himbara tak gratis lagi. Nantinya, transaksi di ATM Link akan dikenakan biaya mulai Rp 2.500 hingga Rp 5.000.
Ilustrasi nasabah bank (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini dan Dirjen Dukcapil Kemendagri Prof Zudan Arif Fakrulloh sempat menceritakan salah satu kendala warga yang kesusahan membuka rekening bank karena memiliki nama yang unik. Terselip huruf 'IP' dan kombinasi huruf serta angka 'NA70' pada nama warga tersebut.

Awalnya, Zudan mengungkap sistem perbankan di Indonesia mengharuskan nama nasabah hanya terdiri atas huruf. Namun ada penduduk Indonesia yang menggunakan angka pada namanya.

"Nah, kemudian juga di Indonesia itu ada penduduk yang namanya menggunakan angka. Di dalam sistem perbankan kita semuanya harus berupa huruf," kata Zudan dalam diskusi virtual 'Bansos Dipotong, ke Mana Harus Minta Tolong?' di YouTube KPK, Kamis (19/8/2021).

"Padahal riil, penduduk ini namanya menggunakan angka karena di Indonesia kita belum memiliki pedoman untuk pemberian nama," sambung Zudan.

Moderator diskusi tersebut, Aiman Wicaksono, menanyakan kepada Zudan seperti apa contohnya. Lantas Risma langsung menjawab salah satu nama tersebut adalah IP dan NA70.

"Namanya IP dan NA70, yang dua huruf, terus ada namanya yang NA70, itu mungkin Napitupulu itu," timpal Risma.

"Ada nama Najwa pakai angka 70, Bu Risma ingat ya ternyata," sambung Zudan.

Zudan melanjutkan hal-hal semacam ini menjadi kendala ketika warga hendak membuka rekening di bank. Padahal, saat dicek, benar ada warga dengan nama tersebut.

"Mau buka rekening, di banknya itu menolak yang ada nama dengan angka, padahal itu benar (namanya)," ujar Zudan.

Lebih lanjut Zudan mengimbau kepada masyarakat agar terus memperbaiki data kependudukan guna mempermudah segala kepentingan, di antaranya kepentingan rekening bank, asuransi, hingga paspor.

"Kemudian, Bapak dan Ibu, kami perlu mendukung Bapak dan Ibu karena kita perlu memperbaiki data kependudukan ini terus-menerus, karena semakin lama data kependudukan menjadi satu basis data tunggal sebelum berbagai proses ini bisa berlaku, pemberian kredit, pembukaan rekening bank, asuransi, BPJS, pembuatan SIM, paspor," katanya.

Simak juga 'Gegara Namanya Unik, Orang-orang Ini Tak Bisa Dapat Bansos':

[Gambas:Video 20detik]



(aud/aud)