Bolehkah Puasa Asyura Tidak Sahur? Ini Penjelasannya

Rahma Indina Harbani - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 16:15 WIB
Minum Air dan Makan Kurma, Sunah Buka Puasa yang Dicontohkan Rasulullah SAW
Foto: iStock
Jakarta -

Hari ini (19/8/2021) umat Islam tengah melaksanakan puasa sunnah Asyura di bulan Muharram. Namun, tidak sedikit ada yang bertanya terkait hukum berpuasa tanpa melakukan sahur sebelumnya. Bolehkah berpuasa tanpa melakukan sahur?

Perlu diketahui terlebih dahulu makna dari sahur. Menurut buku Bekal Ramadhan dan Idhul Fitri 2" Niat dan Imsak" oleh Saiyid Mahadir, Lc., MA, sahur adalah istilah untuk menyebut makanan dan minuman yang dimakan pada waktu sahar.

Waktu sahar merujuk pada waktu sebelum subuh, bisa juga rentangnya dimulai dari sepertiga malam akhir hingga menjelang subuh. Artinya jika ada makanan yang dimakan pada waktu sebelum maghrib atau persis setelah isya, itu disebut dengan makan malam biasa.

Lantas, bolehkah puasa Asyura tidak sahur?

Melansir dari buku Bekal Ramadhan karya Ahmad Zarkasih, Lc, puasa Asyura tetap sah apabila seseorang tidak sempat makan sahur terlebih dahulu. Sebagaimana Rasulullah SAW yang pernah berpuasa tanpa makan sahur terlebih dahulu.

Bahkan apabila seseorang melewatkan waktu sahur karena ketiduran, puasa masih boleh dilanjutkan asalkan sudah membaca niat puasa di malam harinya sebelum waktu subuh.

Berniat di malam hari ini didasarkan pada hadits riwayat Hafshah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

Artinya: "Barang siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka tidak ada puasa untuknya." (HR. Abu Daud, Tirmidzy, An-Nasa'i, Ibnu Majah, Al-Baihaqi dan lainnya).

Mendukung hal itu, keterangan dari empat Mazhab (Asy-Syafi'i, Hanafi, Maliki dan Hambali) semuanya sepakat menyebut bahwa sahur tidak termasuk dalam syarat sah puasa. Artinya, makan sahur tidak dapat dijadikan penentu sebagai syarat sah puasa.

Namun, menurut Mazhab Maliki, makan sahur cukup dapat mewakili niat puasa secara hukum. Dalam arti, seseorang sudah dipastikan berniat untuk puasa meskipun tidak membaca niat ketika sedang sahur.

Cendekiawan Muslim Quraish Shihab juga berpendapat serupa. Ia menyebut bahwa makan sahur hukumnya tidak wajib. Makan sahur dianjurkan semata-mata untuk memberi kekuatan fisik dan mendekatkan diri pada Allah bagi yang berpuasa.

"Jika sahur menyebabkan Anda muntah, maka Anda tidak harus sahur. Kalaupun Anda muntah, selama tanpa disengaja, maka Anda boleh melanjutkan puasa," tulis Quraish Shihab dalam bukunya yang berjudul M. Quraish Shihab Menjawab 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui.

Keutamaan Sahur

Meskipun puasa Asyura tetap sah bila tidak didahului dengan sahur, namun sahur mengandung beberapa keberkahan di dalamnya. Dari suatu hadits yang diriwayatkan dari Abi Said al-Khudri RA, Rasulullah SAW bersabda:

السُّحُورُ أَكْلُهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جَرْعَةً مِنْ مَاءٍ فَإِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ

Artinya: "Sahur itu barakah maka jangan tinggalkan meski hanya dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang sahur." (HR. Ahmad).

Dalil lainnya yang menyebut keberkahan sahur dari Anas bin Malik, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً

Artinya: "Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan." (Muttafaqun 'alaih).

Jadi, dapat disimpulkan bahwa jawaban dari, "Bolehkan puasa Asyura tidak sahur?" adalah boleh dan puasa masih boleh untuk dilanjutkan karena sahur bukan termasuk dalam syarat sah puasa. Semoga bermanfaat, Sahabat Hikmah!

(rah/erd)