Viral Bule di Bali Kerap Beli Burung Lalu Dilepasliarkan, BKSDA Apresiasi

Sui Suadnyanya - detikNews
Kamis, 19 Agu 2021 15:54 WIB
Viral bule di Bali lepasliarkan burung yang dibeli dari penjual. (dok. Istimewa)
Viral bule di Bali melepasliarkan burung yang dibeli dari penjual. (Dok. Istimewa)
Gianyar -

Viral di media sosial seorang warga negara asing (WNA) membeli burung di wilayah Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, lalu langsung dilepasliarkan ke alam bebas. Aksi WNA itu mendapat apresiasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam.

Aksi bule itu diunggah pertama kali oleh akun Facebook Gede Budarsana pada Senin (16/8/2021). Dalam video yang dibagikan, bule tersebut enggan menyebutkan namanya.

"Bule ini rutin membeli burung di sebelah toko saya dan dilepaskan, hampir setiap Minggu melepaskan puluhan ekor burung dengan harapan bahwa tempat mereka adalah alam bebas, bukan di sangkar. Semoga semua makhluk berbahagia," tulis Gede Budarsana dalam unggahannya tersebut seperti dikutip detikcom, Kamis (19/8).

Hingga berita ini diturunkan, video aksi bule yang diunggah Gede Budarsana telah disukai 341 akun, 90 komentar dan dibagikan oleh 565 orang.

Kepala Tata Usaha Balai Konservasi Sumber Daya Alam (TU BKSDA) Bali Prawona Meruanto alias Antok mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh bule tersebut.

"Jadi bahwasannya apa yang kita lihat sama-sama di Facebook yang saat ini viral bule yang melepaskan beberapa jenis burung ke alam itu, bagi kami dari BKSDA Bali merupakan tindakan yang sangat terpuji," kata Antok kepada detikcom.

Menurutnya, berbagai satwa tersebut telah terkungkung di dalam sangkar yang ukurannya lumayan kecil. Sedangkan mereka biasanya hidup di alam bebas.

"Jadi (saya) apresiasi asalkan terjadi jual-beli antara mereka itu penjual sama pembelinya itu. Jangan sampai dilepas kemudian tidak dibayar kepada penjual. Tapi saya pikir bule itu membayar dan melepasnya," terang Antok.

Antok menjelaskan, beberapa burung yang dilepasliarkan oleh bule tersebut memang endemik Bali. Burung-burung tersebut banyak ditemui di sekitar sawah dan di kebun dekat rumah.

Namun ia menganjurkan agar satwa yang telah lama dipelihara oleh masyarakat dan hidup dalam sangkar sebaiknya dilakukan proses pengenalan terlebih dahulu sebelum dilepasliarkan. Selain itu, satwa perlu dicek terlebih dahulu kesehatannya sebelum dilepaskan ke alam.

"Yang pasti dipastikan dulu apakah burung itu sebelum dilepasliarkan ada di Provinsi Bali atau ada di wilayah penyebaran Bali dan sekitarnya," jelas Antok.

Baginya, jangan sampai melepasliarkan burung, tetapi bukan asli Bali atau memang tidak ada di Provinsi Bali ini. Hal itu malah akan menjadi sebuah invasif spesies yang akan mempengaruhi kehidupan burung-burung yang ada di Bali.

"Jadi kesimpulannya apresiasi yang sangat tinggi buat bule itu karena sudah membebaskan makhluk hidup yang selayaknya hidup di alam. Namun alangkah baiknya kalau kemudian dilakukan upaya pengecekan upaya kesehatan, habitat, dan segala macam terkait dengan burung-burung yang dilepaskan oleh bule tersebut," papar Antok.

Simak juga Video: Bule yang Prank Lukis Masker di Wajah Akhirnya Dideportasi!

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)